Kenaikan Cukai Rokok Potensi Sumbang Laju Inflasi

Lanjut dia, kenaikan cukai rokok tujuannya utamanya bukan soal kesehatan saja, melainkan bisa saja menaikkan target penerimaan negara tahun depan. Hal ini, dilihat dari rancangan APBN 2020, pemerintah menargetkan pendapatan negara Rp2.333 triliun atau naik sekitar tiga persen dari target APBN 2019, Rp 2.165 triliun.

“Kenaikan ini akan menyumbang delapan persen dari total penerimaan negara,” ujar dia. Senada dengan Core, peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda menilai, kenaikan rokok merupakan jalan yang terbaik bagi semua pihak.

Pimpinan KPK Kembalikan Mandat, Ini Usul DPR kepada Jokowi

BOS Afirmasi dan Kinerja untuk Digitalisasi Rp2,85 Triliun

Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron Meninggal

Kemendag Revisi Permen Halal Daging Impor, Ini Tanggapan MUI

Sulut Expo 2019 Hadir di Smesco Exhibition & Convention Hall

Sebab untuk jumlah perokok di Indonesia sudah sangat berbahaya. Karena itu kenaikan cukai rokok dapat menekan jumlah perokok di Indonesia.

“Keputusan menaikkan cukai yang akan mengerek harga jual sudah tepat mengingat tingkat pravelensi merokok masyarakat Indonesia sudah meningkat. Kenaikan harga akan menurunkan permintaan dan diharapkan juga tingkat pravelensi merokok,” ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Senin (16/9).

Sebelumnya, Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi meyakini, kenaikan cukai rokok dapat mengendalikan konsumsi rokok di Indonesia. Pasalnya konsumsi rokok di kalangan anak-anak dan remaja menunjukkan adanya peningkatan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...