Presiden Jokowi ke Riau di Tengah Bencana Asap, Ini Agendanya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Setelah melakukan rangkai pertemuan dengan sejumlah pengusaha tekstil di Istana Negara, Presiden Joko Widodo langsung bertolak ke Pekanbaru, Riau. Padahal, bencana asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah tersebut relatif menggangu traffic penerbangan.

Sebelum bertolak ke Pekanbaru, Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) Riau telah melayangkan permintaan ke Presiden. Yang intinya memerintahkan Menteri terkait, Kapolri, OJK dan Perbankan, BRG, BNPB, BMKG serta gubernur dan bupati menghentikan bencana asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara permanen.

“Sebab karhutla itu kini banyak terjadi justru di kawasan hutan maupun non kawasan termasuk yang bergambut maupun mineral terutama lahan yang dikuasai korporasi Hutan Tanaman Industri dan perkebunan sawit,” kata Koordinator Jikalahari Made Ali, kemarin (16/9).

Menurut Made, tindakan Presiden Jokowi tersebut diperlukan terkait temuan Jikalahari sepanjang 17 tahun, karhutla terjadi di atas lahan kawasan hutan maupun non kawasan hutan yang sengaja dibakar oleh individu maupun korporasi dengan modus untuk menghemat pengeluaran dan mempercepat proses penanaman.

Pascakebakaran dominan lahan bekas dibakar dibersihkan, jelasnya lalu ditanami akasia-ekaliptus maupun sawit dan Presiden Jokowi harus melakukan tindakan tegas dan serius untuk korporasi terkait dalam upaya mengurangi korban terpapar dari bencana asap.

“Bagian dari upaya untuk mengurangi korban terpapar bencana asap, Menteri Kesehatan menyediakan masker N95, membuka posko khusus yang menyediakan oksigen dan oksigen portable, obat-obatan termasuk ruang khusus untuk evakuasi,” terangnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...