Rocky Gerung Curhat Kondisi Mahasiswa Indonesia di Unibos

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Rocky Gerung kembali bertandang ke Universitas Bosowa (Unibos) untuk kedua kalinya, Selasa (17/9/2019). Dalam kesempatan kedua ini, ia curhat kondisi mahasiswa Indonesia saat ini.

Pengamat politik itu menggambarkan, kondisi mahasiswa saat ini semakin mengkhawatirkan. Jiwa-jiwa kritis mahasiswa tak lagi seperti dahulu. Padahal, tanggung jawab mahasiswa adalah menganalisis secara kritis.

“Dari awal kritisisme itu adalah hak asasi kampus. Jadi, kalau dari kampus kasih kritis kepada penguasa itu adalah hak asasi kampus,” ujar Rocky.

Sebagai seorang terpelajar, kata dia, mahasiswa diminta untuk melebihi orang biasa. Sebab, tak banyak orang yang bisa menjadi mahasiswa. Kemampuan mahasiswa mesti di atas rata-rata.

“Kalau saya berpikir 24 jam Anda harus berpikir 27 jam. Itu prinsipnya. Memakai tanda lulus (toga) itu artinya pernah diajar berpikir,” tegasnya.

Ia menambahkan, sekarang di Indonesia begitu banyak orang yang telah mempunyai tanda lulus, tetapi tidak bisa berpikir. Artinya, ada sesuatu yang bermasalah dari lulusan tersebut ketika menjadi mahasiswa.

“Ijazah itu adalah tanda Anda pernah sekolah. Bukan tanda Anda pernah berpikir,” tandasnya. (ism)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar