Stunting Buat Otak Tak Berkembang Saat Anak Berusia 2 Tahun

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PAREPARE – Dinas Kesehatan Parepare melakukan seminar konversi intervensi pencegahan stunting di Balai Ainun Habibie, Selasa (17/9/2019).

Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim membeberkan, seminar ini merupakan program upaya kesehatan masyarakat untuk menghindari dan mengupas apa itu stunting.

Ia pun berharap, seminar ini bisa memberikan pemahaman yang baik, agar para peserta yang hadir paham betul cara menghindari stanting ini.

“Kita berharap Parepare bisa terus mencegah adanya stunting,” kata Pangerang dalam sambutannya, Selasa, 17 September.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr dr Abdul Razak Thaha membeberkan, penyebab stunting itu salah satunya dikarenakan anak mengalami kurang gizi. Bukan karena faktor keturunan.

“Ini tentunya berkaitan dengan air bersih, atau makanan bergizi,” ujarnya.

Presenter Melaney Ricardo-Elza Syarief Damai, Buktinya Pelukan

DPRD Makassar, 2,5 Tahun Pertama Ketua Komisi Milik Partai Pemenang

Pimpinan Sementara DPRD Makassar Rampungkan AKD, Ketua Komisi Dibagi 2,5 Tahun

Letakkan Batu Pertama, Dandim Demak Mulai Rehab Rumah Warga Kurang Mampu

Bupati Bone Telusuri Aset yang Dipindahkan Sesama OPD

Salah satu efek dari standing ini adalah otak anak tidak berkembang, tubuh pendek, dan mengalami penyakit menular.

“Otak tak berkembang ini terjadi atau dapat dilihat pada anak berusia dua tahun,” bebernya.

Tiga daerah yang sejauh ini memiliki stanting tinggi yaitu, NTT, Sulbar, Aceh. Kalau di Sulbar itu di Majene dan kalau aceh di daerah Pili.

“Untuk mengantisipasi adanya stanting ini, mestinya diantisipasi pada seribu hari sebelum kehamilan,” tambahnya. (sua)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...