31 Mahasiswa dan Alumni STIBA Makassar Lulus di 4 Negara

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Menuntut ilmu agama Islam di Timur Tengah menjadi dambaan banyak mahasiswa STIBA Makassar. Selain karena dari sanalah sumber ilmu Islam berasal, di Timur Tengah khususnya Arab Saudi, juga terdapat banyak ulama yang menjadi referensi umat saat ini.

Puluhan alumni dan mahasiswa STIBA Makassar saat ini tengah menempuh pendidikan di beberapa universitas terkemuka di sejumlah negara Timur Tengah. Tahun ini saja, tercatat 31 mahasiswa dan alumni STIBA Makassar dinyatakan lulus pada sembilan perguruan tinggi di Arab Saudi, Yaman, Sudan, dan Mesir.

Di Islamic University of Madinah, tahun ini menerima enam orang mahasiswa asal STIBA Makassar. Mereka adalah Syafaat Muhammad Wildan, Ahmad Hanif Nur Arif, Abi Hurairah, Arya Syahputra, Jumail, dan Syahrul.

Sementara di Qassim University Saudi Arabia yang setiap tahunnya menerima belasan mahasiswa STIBA Makassar, baru mengumumkan menerima dua alumni, yaitu Sudarmin dan Nur Mughniyah Athifah. Beberapa mahasiswa yang telah mengirimkan berkas saat ini masih menanti pengumuman selanjutnya.

Masih di negeri Saudi, King Khalid University untuk pertama kalinya menerima mahasiswa Indonesia asal STIBA Makassar. Kali ini yang beruntung adalah Rahmat Hidayat, Fikriansyah Tjarsadiwiryo, Aripuddin Rasi, Muhammad Ahmad Ridha, dan Indra Adhyaksa.

Di Northern Border University, Imam Abdulrahman bin Faisal University, dan Jouf University masing-masing menerima satu mahasiswa STIBA Makassar, berturut-turut adalah Muhammad Arif Bayanuddin, Fadliansyah, dan Ihsan Ramadhani.

Selain Saudi, Yaman juga membuka pintu bagi tiga orang mahasiswa STIBA Makassar, yaitu Tegar Novianto, Mujaddid Sulaiman, dan Zulfakhri. Saat ini ketiganya telah berstatus mahasiswa di Holy Qur’an and Islamic Sciences University.

Hasdin, menjadi satu-satunya mahasiswa STIBA yang lulus di Kairo, Mesir. Di salah satu universitas tertua di dunia yaitu Al-Azhar University.

Di negeri Sudan, salah satu perguruan tinggi negeri yang telah menjalin kerja sama dengan Wahdah Islamiyah, International University of Africa menerima sebelas orang mahasiswa STIBA Makassar, yaitu Muh Abdillah Anugraha, Fahriansyah Prima, Andi Fathurahman, Juliadi, Muh. Ibnu Munzir al-Ghiffari, Muh. Arfah, Muhammad Rafly Hadriansyah, Mutsaqoful Fikri Rusyid, Firzal, Muh. Ichlasul Ra’id, dan Surianto.

Kamrussamad: Tantangan Berat Menanti Ketum HIPMI Terpilih

Kabid SMA: Sekolah Tetap Boleh Menyelenggarakan Pilketos

KNKT Rilis Investigasi Jatuhnya Lion Air JT-610 Awal November

Laode M Syarif: Saya Yakin Yosanna Bertuhan, Jadi Jujur Saja

Video Tak Senonoh Siswi SMA Gempar, Direkam di Kelas

Kesebelas mahasiswa yang lulus Sudan ini dilepas oleh Ustaz Muhammad Yusran Anshar dan Ustaz Ahmad Hanafi, Selasa (17/09/2019). Dalam wejangannya, Ustaz Yusran mengingatkan agar para mahasiswa tersebut tetap memerhatikan tarbiyah dan persoalan manhaj yang telah mereka pelajari selama di STIBA.

“Alumni-alumni Timur Tengah itu banyak tersebar di berbagai daerah di tanah air. Tapi tidak banyak yang bisa mengumpulkan mereka dalam satu lembaga seperti Wahdah Islamiyah. Kebanyakan dari mereka membuat pondok pesantren sendiri karena menganggap diri mereka sudah memiliki kemampuan untuk itu,” tutur Ketua Senat STIBA Makassar Ustaz Muhammad Yusran Anshar.

Lebih lanjut, Ustaz Yusran mengimbau para mahasiswa untuk mengikuti jejak asatidzah yang saling tawadhu di antara mereka.

Sementara Ustaz Ahmad Hanafi dalam tausiahnya mengajak mahasiswa untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Selama ini, animo mahasiswa lebih banyak yang ingin lanjut ke Saudi. Jadi tugas Antum berusaha menunjukkan bahwa kuliah di Sudan bisa lebih baik. Jangan katakan bahwa nanti di Madinah baru bisa berprestasi,” ujar Ketua STIBA Makassar.

Fasilitas di Sudan tidak sebaik di Saudi, namun kata Ustaz Ahmad, kondisi sulit justru yang lebih banyak melahirkan para pejuang. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...