KPID Sulbar Jalani Sekolah P3SPS Angkatan XLI

0 Komentar

Fajar.co.id, Jakarta — Lembaga penyiaran harus mampu memproduksi siaran berkualitas. Bukan hanya bisa memenuhi kepentingan publik, tetapi juga harus bermanfaat.

Itu disampaikan Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, saat membuka Sekolah P3SPS di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Dikatakan, untuk menciptakan kualitas siaran yang bermutu, maka lembaga penyiaran harus memahami ketentuan sebagaimana termuat dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran.

“Melalui sekolah P3SPS, kita berupaya melalui program literasi media sebagai wadah meminimalisir pelanggaran terhadap dunia penyiaran,” kata Mulyo Hadi Purnomo.

Sekolah P3SPS angkatan ke – 41 berlangsung dari 18 sd 21 September 2019 diikuti 35 peserta dari Lembaga Penyiaran, akademisi dan Komisioner KPID. Di antaranya Tiga Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Budiman Imran, Ahmad Syafri Syarif, dan Sri Ayuningsih.

“Kami KPID Sulbar menjadi bagian kepesertaan sekolah tersebut. Sebenarnya antusias untuk mengikuti kegiatan ini sudah ada sejak kami dilantik tertanggal 1 Maret 2019 namun baru kali ini itu tercapai,” ungkap Sri Ayuningsih.

Dalam wujudkan Siaran Sehat untuk rakyat, awal Tahun 2020 menyongsong Pilkada Serentak, KPID Sulbar akan melaksanakan kegiatan serupa, sebagai upaya peningkatan kualitas para pelaku penyiaran, pemerhati penyiaran agar menghasilkan program siaran yang berkualitas, kreatif, dan inovatif.

“Keberadaan P3SPS sendiri bukan sebagai penghambat kreatifitas.Namun standar itu perlu ada demi meminimalisir pelanggaran. Sadar bahwa masih ada kekurangan yang belum diatur dalam P3SPS termasuk tantangan konvergensi media YouTube dan Netflix, tentunya regulasinya pun harus disempurnakan melalui revisi UU 32 tahun 2002,” jelas Sri Ayuningsih mengulangi pesan Ketua KPI Pusat, Agung Suprio. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...