Warga Mattampa Bulu Keluhkan Tambang Milik Kades Turucinnae  

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Warga Mattampa Bulu, Kecamatan Lamuru mengeluhkan tambang tak berizin yang beroperasi di desanya. Sebab, terancam akan merusak daerah persawahan dan perkebunan milik warga.

Di Desa Mattampa Bulu, ada lebih dari 30 warga yang memiliki lahan di sekitar sungai yang dilakukan aktivitas pertambangan. Warga Mattampa Bulu mengeluhkan soal itu. Sebab, selain merusak lingkungan, izinnya juga tidak ada. Kepala Desa Mattampa Bulu, Kaharuddin juga tak mengetahuinya.

Namun, pengelola tambang, Nurdin yang tidak lain merupakan Kepala Desa Turucinnae tidak menerima warga yang menolak aktivitasnya. Bahkan dia membawa Kepala Dinas Perindustrian Bone, Khalil AM Syihab untuk melobikan. Termasuk membawa dua penyidik Satreskrim Polres Bone.

Mediasi yang dilakukan di Desa Mattampa Bulu itu tidak ada titik temu. Kepala Dinas Perindustrian seakan memaksa warga Mattampa Bulu menerima aktivitas tersebut. “Ini sudah ada izinnya, jadi mau tidak mau tidak boleh ditolak,” kata Khalil, Rabu (18/9/2019).

Prof Rohkmin Bawa Kuliah Umum di UNM, Bahas Tentang Kampus Hadapi Era Industri

Grand Maleo Makassar Siapkan Menu Nasi Liwet

 31 Mahasiswa dan Alumni STIBA Makassar Lulus di 4 Negara

Kamrussamad: Tantangan Berat Menanti Ketum HIPMI Terpilih

Kabid SMA: Sekolah Tetap Boleh Menyelenggarakan Pilketos

Upaya mediasi Khalil yang mewakili Kades Turucinnae, tetap tidak diterima oleh warga. Sebab, izin pertambangan hanya ada di Desa Padaelo, desa tetangga Mattampa Bulu. Tetapi Khalil berkata lain, tidak mesti begitu.

“Tidak perlu penyampaian kepada warga. Karena sungai milik negara, dan berhak digunakan oleh seluruh orang. Termasuk kegiatan pertambangan,” beber mantan Kadis PUPR Bone itu.

“Bahkan tidak perlu meminta persetujuan dari masyarakat soal pertambangan, kalau izinnya sudah ada,” sambungnya lagi.

Warga Mattampa Bulu bersikeras menolak. Salah seorang warga Andi Ishak mengaku, tidak terlalu memahami soal UU. Tetapi, jangan menganggu lahan para petani. Sebab itu sumber pendapatannya. “Saya tidak tahu UU, tapi jangan membodohi kami dengan aturan. Apalagi menakut-nakuti,” bebernya. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...