Jenazah Bayi Digendong Nenek, Ini Penjelasan Anies Baswedan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan, jenazah tidak boleh dibawa menggunakan motor maupun digendong sambil jalan kaki, seperti jenazah bayi yang digendong nenek.

Hal itu menyusul viralnya peristiwa Dian Islamiyati, 36, menggendong jenazah cucunya yang meninggal usai persalinan di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara.

“Sebetulnya protapnya kalau meninggal itu harus ditunggu dua jam. Kemudian dibawa dengan mobil jenazah. Kalau di Rumah Sakit sudah pasti seperti itu,” ujar Anies di Monas, Jakarta, Kamis (19/9).

Dari informasi sementara yang didapat, Anies mengatakan, saat itu Dian  memang memaksa membawa jenazah cucunya dengan motor. Anies menduga keinginan itu lantaran jenazah seorang bayi berukuran kecil digendong nenek. Sehingga tidak menyulitkan apabila dibawa menggunakan sepeda motor.

“Karena ukurannya bayi mungkin dianggap mudah, gampang, nah ini yang nanti kita akan cek lagi di lapangan,” ucapnya.

Ke depan, Anies menegaskan akan melakukan evaluasi. Sehingga semua aturan termasuk pengangkutan jenazah harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan demikian peristiwa jenazah bayi digendong nenek seperti yang dialami Dian tidak terulang kembali.

Prof Ahmad Syafii Maarif: Profesional Punya Integritas, Itu Saja

BPJS Ketenagakerjaan Sidrap Launching Desa Sadar Jaminan Ketenagakerjaan

Sekwan DPRD Sulbar Agendakan Silaturahmi Rutin Media

Muslim Paling Berpengaruh Dunia, Jokowi di Urutan ke-16

Legislator Makassar: Baru Periode Ini Para SPG Takut Datang ke DPRD

“Kita akan tegaskan bahwa semua SOP harus ditaati. Bila ada yang meninggal, harus ditunggu dua jam, dan harus menggunakan mobil jenazah. Nanti kita periksa di dalam apa yang sesungguhnya terjadi di situ,” pungkasnya.

Sebelumnya, video jenazah bayi digendong nenek menunjukan seorang perempuan berjalan menggendong bayi yang sudah meninggal dunia di pinggiran jalan raya, viral. Dalam tayangan itu kemudian sang perempuan ditolong oleh anggota polisi dan diantar sampai rumahnya.

Belakangan diketahui perempuan malang tersebut bernama Dian Islamiyati, 36. Dia menggendong cucunya yang meninggal dunia saat persalinan di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara. Mulanya Dian tidak berjalan kaki. Tapi berboncengan dengan putranya menggunakan motor.

Namun, di tengah perjalanan motor tersebut mogok, kehabisan bensin. Dengan kondisi berkecamuk, dia akhirnya pulang ke rumahnya di Kampung Malaka Rt 07 Rw 12, Cilincing dengan berjalan kaki. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar