Kejati Sulsel Perintahkan Menyelisik Perjanjian Pasar Sentral

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Kejaksaan Tinggi atau Kejati Sulsel telah meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, untuk menyelisik perjanjian kerja sama dan pengelolaan Pasal Sentral. Hal ini didasari adanya gugatan yang dilakukan oleh pihak pedagang terhadap pengelolah dan Pemkot Makassar.

Kepala Kejati (Kajati) Sulsel, Firdaus Dewilmar mengatakan pihaknya telah menginstruksikan untuk melakukan penelisikan pengelolaannya. Indikasi adanya kesalahan itu terlihat dari adanya gugatan yang dilakukan, bahkan telah masuk rana pengadilan.

“Kalau ada gugatan artinya ada yang tidak puas, entah itu apa? Yang pasti ada masalah yang muncul, itu yang harus ditelusuri,” kata Firdaus kemarin.

Lebih lanjut, Firdaus mengatakan penyelidikan perjanjian pengelolaan Pasar Sentral tidak ada hubungannya dengan sengketa gugatan pedagang. Tetapi ingin memastikan tidak ada hal yang keliru dalam perjanjian tersebut.

“Meski ini tidak ada laporan, pintu masuknya bisa melalui gugatan. Di sana bisa menjadi dasar dari penyidik untuk masuk,” ujarnya.

Kajari Makassar, Dicky Rachmat Rahardjo mengatakan telah mempelajari instruksi Kejati Sulsel. Dia telah meminta jajaran untuk mengumpulkan data untuk menelisik hal tersebut.

Penyanyi Tiga Setia Gara Ngaku Sudah Tenang, Terima Kasih

Poppy Kelly Minta Maaf, Nikita Mirzani: Kenapa Loe Ketakutan

Hipertensi Menyerang Tubuh, Atasi dengan Ubah 4 Pola Makan

Kajian Pemindahan Ibu Kota, DPR Klasifikasi dalam 3 Kelompok

Yosanna H Laoly Soal Revisi UU KPK: Jangan Terlalu Su’udzon

“Mungkin yang bisa kami telisik ini melalui Datun yang menjadi JPN dalam sengketa Pasar Sentral. Kan semua data ada sama Datun, untuk persidangan yang sudah putus kemarin,” akunya saat ditemui di ruang kerjanya.

Dicky juga menambahkan selisik tersebut masih rana pengumpulan data. Setelah itu, jika ada temuan atau tidak, akan dilakukan pembahasan secara mendalam atas perintah Kejati Sulsel.

“Setelah ada data kita akan tentukan langkah apa yang dilakukan,” bebernya.

Terpisah Kasi Datun Kejari Makassar, Adnan Hamzah menambahkan, pihaknya sementara menpelajari semua berkas hasil persidangan. Di mana dalam data tersebut ada yang bentuk perjanjian pengelolan Pasar Sentral.

“Kita akan pelajari secara lengkap, untuk potensi adanya pelanggaran,” ungkapnya. (edo)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...