Lebih Dekat dengan Legislator Milenial DPRD Makassar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Para Anggota DPRD Makassar periode 2019-2024 berasal dari berbagai latar belakang.

Dari 50 anggota legislator yang dilantik, tidak sedikit di antara mereka berasal dari generasi milenial. 

Legislator Makassar: Baru Periode Ini Para SPG Takut Datang ke DPRD

Semangat dan energi prima diyakini bakal mewarnai kinerja para legislator muda usia tersebut. Sebagian mereka ia ungkapkan saat ditemui di ruang Komisi A DPRD Makassar, Kamis, 19 September.

1. A Nurhaldin NH (Golkar)

Anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Golkar yang terpilih melalui daerah pemilihan (dapil) IV Panakkukang-Manggala itu mengaku sangat berterima kasih kepada para masyarakat yang telah memercainya sebagai wakil rakyat.

Ia pun berjanji ke depan akan memprioritaskan keinginan para masyarakat.

“Dan kami akan memastikan bahwa masyaraka tidak salah dalam memilih wakilnya,” kata pria kelahiran 29 Maret 1987 itu. 

Ia pun berjanji dapat menjadi jembatan untuk solusi terhadap harapan masyakat. Termasuk, penguatan fungsi-fungsi pengawasan dan mitra kerja yang baik terhadap eksekutif dalam menjalankan program-program masyarakat.

“Kita semua punya mimpi yang sama untuk melihat makassar yang maju, menciptakan kemandirian di masyarakat melalui program-program pemberdayaan, menciptakan ruang produktif sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” tutupnya.

2. A Suharmika Hasir (Golkar)

Pria kelahiran 29 Maret 1995 itu memegang prinsip “Karya Nyata untuk Rakyat”. Bagi dia, tulislah sejarahmu sendiri dan jangan berharap orang lain yang menulisnya.

“Karena merekapun sedang sibuk menulis sejarahnya sendiri, semoga dengan kehadiran anak muda milenial di legislatif ini dapat menjadi inspirasi bagi anak muda milenial yang ada di Sulsel khususnya Kota Makassar. Tetap berjuang, tetap semangat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya.

3. Ray Suryadi Arsyad (Demokrat)

Ray, begitu sapaan pria kelahiran 15 Mei 1991 itu.

Bagi dia, muda atau generasi milenial adalah kesempatan. Maksudnya, kesempatan untuk bermanfaat kepada bangsa. 

“Muda adalah kekuatan, kekuatan untuk mendorong kebangkitan dari keterpurukan. Muda adalah berani, berani melawan ketidakadilan dan berani memperjuangkan kebenaran,” katanya.

4. Ari Ashari Ilham (Nasdem)

Sekretaris Nasdem Kota Makassar ini menjadi satu dari 50 legislator untuk lima tahun ke depan. 

Ia berpendapat pemuda adalah penyambung estafet masa depan bangsa. “Kita tidak boleh antipati terhadap politik sudah seharusnya kita ikut terlibat langsung serta mengawal perpolitikan di Indonesia,” kata pria 25 September 1985.

5. Imam Musakkar (PKB)

“Suara Rakyat Adalah Kekuatan Saya”. Itulah yang menjadi pegangan pria kelahiran 14 April 1994 itu hingga membawa dirinya sampai duduk di DPRD Makassar.

“Amanah ini akan kami pertanggungjawabkan kepada masyarakat,” katanya.

6. Al Hidayat Samsu (PDIP)

Hidayat sapaan karib putra dari Anggota DPR RI dari PDIP, Samsu Niang menjadi salah satu legislator yang dilantik, 9 September lalu.

Kelahiran Kabupaten Soppeng itu, mengaku hadir di DPRD Makassar akan menjadi bagian perubahan. “Untuk berkolaborasi guna menciptakan solusi yang berdampak untuk masa depan lebih baik, mohon di kawal kami,” tutup pria kelahiran 18 September 1995. (taq)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar