Presiden Jokowi: Belum-belum Sudah Antek Asing, Itu Emosi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sikap alergi yang didasari apatisme, akan sulit menerima hal baru, terlebih hal-hal yang bersifat terobosan dalam membangun bangsa. Masyarakat harus membuka ruang, dapat menerima kerja sama dengan orang asing di Indonesia dan tidak langsung mencap sebagai antek asing.

“Jangan apa-apa di cap antek asing, belum-belum sudah antek asing, antek aseng, itu namanya emosi.” kata Presiden Joko Widodo Forum Titik Temu: Kerja sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan yang diselenggarakan oleh Nurcholis Madjid Society, jaringan Gusdurian dan Maarif Institute.

Acara tersebut juga dihadiri Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, Ibu Negara Indonesia keempat Sinta Nuriyah Wahid, cendekiawan muslim Quraish Shihab, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan tokoh-tokoh lainnya.

“Sejalan dewasanya usia bangsa kita, kita dewasa dalam berbhineka tunggal ika, terbuka dalam mempercepat kemajuan negara kita dan makin mampu mengelola perbedaan,” terang Presiden.

Presiden pun menggarisbawahi salah satu hal yang disampaikan oleh Quraish Shihab. “Saya garis bawahi satu yang disampaikan Pak Quraish Shihab, emosi keagamaan dan cinta keagamaan. Emosi keagamaan dikurangi atau dihilangkan kemudian yang dikuatkan, yang ditingkatkan cinta keagamaan, saya setuju,” ungkap Presiden.

“Sejalan dewasanya usia bangsa kita, kita dewasa dalam berbhineka tunggal ika, terbuka dalam mempercepat kemajuan negara kita dan makin mampu mengelola perbedaan,” kata Presiden.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...