Profesor Bambang Wibawarta Ajak Pemuda NU Lebih Unggul

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Akademisi Universitas Indonesia (UI) Profesor Bambang Wibawarta menyebut, di bebera negara sduah banyak pekerjaan manusia yang digantikan oleh mesin.

Perkembangan teknologi memng punya dampak luar biasa terhadap pola kehidupan masyarakat. Salah satu yang paling mendasar adalah, banyak tenaga manusia yang kini sudah digantikan dengan robot dan mesin.

“Di Jepang sudah banyak, toko atau supermarket yang menggunakan robot untuk menyapa (menyambut) pengujung,” ungkap Profesor Bambang Wibawarta dalam forum diskusi yang digelar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Lantai 5, Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, (18/9).

Meski begitu, lanjut Bambang ini, ada beberapa pekerjaan yang tidak akan bisa digantikan oleh mesin atau robot. “Misalnya, lobi-lobi. Membuat ide atau gagasan. Robot tidak bisa melakukan itu semua,” tuturnya.

Oleh karenanya, Bambang mendorong generasi muda NU untuk terus menempa dirinya sebagai upaya meningkatkan skill agar menjadi SDM unggul nantinya.

“Generasi muda NU punya potensi luar biasa. Makanya, kita harus terus mengasah diri agar dapat menjawab tantangan-tantangan kedepan,” imbuh Profesor Bambang Wibawarta.

Dian Ismiyati Jalan Kaki Gendong Jenazah Cucunya, Ini Kisahnya

Dana Bos Naik, Muhadjir Effendy Larang Gunakan Gaji Honorer

Bupati Seto Ingatkan Penggunaan Anggaran Jangan Menyimpan dari Koridor Hukum

Ali Shamkhani Ingatkan Balasan Menghancurkan Jika Diserang

Kejati Sulsel Perintahkan Menyelisik Perjanjian Pasar Sentral

Profesor Bambang Wibawarta mengaku senang telah diundang dalam diskuai IPNU. Menurutnya diskusi dengan tema Mendorong Pendidikan Berkarakter demi Terwujudnya SDM Unggul dijadikan ajang berbagi ilmu dan silaturahmi dengan generasi muda NU.

“Diskusi ini, sangat penting. Dan terimakasih karena saya sudah diundang hadir dalam forum luar biasa ini. Sekali lagi pesan saya buat anak muda NU, jangan berhenti menempah diri. Karena tantangan kita kedepan semakin berat,” imbaunya.

Selain Profesor Bambang Wibawarta, diskusi publik yang digelar badan otonom NU tersebut juga turut hadir Gus Idris, Wasekjen PP GP Ansor dan Ketua Umum IPNU Aswandi Jailani, Sementara itu, Jabidi Ritonga, Staf Khusus Menristekdikti berhalangan hadir. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...