Siswi SMA 17 Tahun Ramai-ramai Digagahi Teman Facebook

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, CIREBON– Seorang siswi SMA berusia 17 tahun diduga menjadi korban kekerasan seksual. Pelakunya adalah temannya yang dia kenal melalui media sosial (medsos).

Pelaku diduga hingga enam orang. Kejadian ini sempat bikin heboh desa asal korban. Mediasi di balai desa mentok, para pelaku pun akhirnya digiring ke Mapolres Cirebon.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, siswi SMA 17 tahun dan pelaku sudah saling kenal di medsos. Mereka kemudian membuat janji hendak ketemuan. Bermula saat korban pulang dari sekolah, Senin siang (16/9), kemudian belajar kelompok di salah satu temannya di salah satu desa di Kecamatan Plered.

“Selesai kerja kelompok dia (korban) pulang dulu ke rumah ganti baju. Dia pakai motor temannya. Lalu pergi lagi katanya mau balikin motor. Mungkin saat itu korban sudah janji ketemuan sama pelaku,” kata salah satu kerabat korban.

Nah, diduga saat bertemu pelaku, kemudian siswi SMA 17 tahun diajak jalan-jalan. Saat jalan-jalan itulah, pelaku ternyata memberikan minuman ringan yang sudah dicampur obat tertentu.

“Setelah ada efek dari obat itu, dia (korban, red) juga dipaksa untuk minum miras. Itu juga dalam keadaan ditekan oleh pelaku-pelaku lainnya,” kata kerabat korban yang meminta namanya tak dikorankan tersebut.

Saat siswi SMA 17 tahun tak berdaya akibat pengaruh obat dan miras, para pelaku kemudian melakukan aksi. Lokasi ‘eksekusi’ itu di salah satu rumah di Kecamatan Plumbon.

Satu hari penuh keluarga korban melakukan pencarian dengan perasaan waswas. Apalagi keluarga sempat mendengar korban dibawa oleh laki-laki. Akhirnya, dengan berbagai upaya, termasuk mendatangi teman korban, akhirnya terkuak lokasi di mana korban diduga dicabuli oleh para pelaku.

 

Sementara itu, aparat desa asal korban, MYD, mengaku dia mengetahui adanya beberapa tersangka diamankan pihak kepolisian. “Dapat informasi dari Babinkamtibmas.

Kami langsung ke rumah korban untuk memastikan itu. Dan ternyata di rumah korban pada Selasa malam (17/9) itu ramai. Di situ sudah 3 orang yang diduga sebagai tersangka. Tak lama, diamankan lagi 3 teman lainnya,” jelas MYD.

Para terduga pelaku digiring ke balai desa. Keluarga dari pihak siswi SMA berusia 17 tahun dan pelaku bahkan sempat bermalam di balai desa untuk mediasi. Tapi, tak ada titik temu, hingga akhirnya pada pagi harinya keenam tersangka kemudian diserahkan ke Mapolres Cirebon untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. “Mereka (enam terduga pelaku) sudah di Polres Cirebon. Tadi pagi (kemarin, red) diserahkan ke polisi,” kata MYD.

Sementara itu, hingga kemarin kasus ini disebut-sebut masih dalam penyelidikan polisi. Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP Anton belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait penangana kasus ini. “Nanti, nunggu saja barangkali ada pernyataan dari pimpinan,” kata salah satu penyidik saat ditemui di Mapolres Cirebon di Sumber kemarin. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar