Suami Paksa Istri Berhubungan Bisa Perkosaan, Diancam 12 Tahun

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) telah disepakati pemerintah dan parlemen. Salah satu yang kontroversial dimana suami bisa dikategorikan melakukan perkosaan.

Produk hukum itu nantinya akan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR akhir bulan ini. Namun masih ada beberapa pasal yang kontroverisal.

Salah satunya adalah pasal 480 tentang perkosaan. Di dalamnya, suami sebagai pasangan sah istri bisa dianggap melakukan pemerkosaan jika memaksa melakukan hubungan badan pada istrinya. Ancaman hukumannya tidak main-main, yakni 12 tahun penjara.

Menanggapi hal tersebut, pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hajar mengatakan, adanya pasal ini untuk mengingatkan juga kepada para pasangan nikah siri. Karena aturan ini dimaksudkan agar pasangan tidak bertindak sewenang-wenang.

“Menurut saya, pasal ini untuk persoalan kawin siri, tapi perempuannya merasa ditipu atau dikecewakan, itu bisa dikategorisasi sebagai pemerkosaan walaupun melakukannya atas dasar persetujuan,” ujar Abdul Fickar kepada wartawan, Kamisa (19/9).

Abdul Fickar menambahkan, adanya pasal ini juga ia melihatnya sebagai perlindungan terhadap kaum perempuan. Sehingga pasangan tidak bisa saling memaksa untuk melakukan hubungan intim.

“Jadi ini adalah perlindungan terhadap perempuan, agar tidak kerap menjadi objek seks,” katanya.

Selain itu, pasal 480 di KUHP ini juga mengatur tentang pelarangan hubungan seksual dengan cara oral, atau memasukan alat vital ke bagian anus. Karena hal itu bisa dianggap sebagai bagi dari tindak pidana pemerkosaan. (jp)

Jenazah Bayi Digendong Nenek, Ini Penjelasan Anies Baswedan

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...