Karaeng Pattingalloang

FAJAR.CO.ID-- Karaeng Pattingalloang adalah Mangkubumi atau Kepala Pemerintahan Negara (Rijksbestuuder) atau Perdana Menteri merangkap Penasihat Kerajaan Gowa dan Tallo) di Makassar, Sulawesi Selatan yang memerintah dari tahun 1641-1654, dikenal ahli dalam diplomasi dan hubungan luar negeri. Dia digelari sebagai “Bapak Kebangkitan” di era pemerintahan Raja Sultan Malikussaid, Raja Gowa ke-15 kata Denys Lombard, peneliti sejarah kebudayaan ternama di Asia Tenggara.

Nama panjang Karaeng Pattingalloang adalah I Mangadacinna To Waniaga Daeng Sitaba Karaeng Pattingalloang Sultan Mahmud Tumenanga ri Bontobiraeng, lahir 1600 dan wafat 1654. Beliau adalah putra Raja Tallo ke-6, Karaeng Matoaya Sultan Abdullah Awwalul Islam dan saudara sepupu Sultan Malikussaid, Raja Gowa ke-15 yang memerintah tahun 1639-1653.

Karaeng Pattingalloang dikenal sebagai Penasihat Raja di Sulawesi Selatan yang cerdas, digelari filosof karena menguasai beberapa cabang ilmu pengetahuan seperti ilmu akhlak, ilmu agama (teologi, akidah), ilmu alam (fisika), ilmu bumi, ilmu hukum dan masyarakat, ilmu sejarah, dll, dan fasih berbicara dalam beberapa bahasa asing.

Karaeng Pattingalloang adalah pemikir besar yang punya hobi memelihara beberapa satwa seperti badak, unta, kuda, zebra, anoa, dll, di sekitar istananya dan membangun perpustakaan yang berisi koleksi buku-buku, beberapa peta dunia, dan lonceng besar, jika berbunyi dapat didengar oleh banyak orang dari jarak ratusan mil.

Untuk meyakinkan orang banyak, terutama para saudagar dan pelaut yang hilir mudik di pelabuhan Makassar bahwa dunia ini bulat, Pattingalloang memesan bola dunia dan teleskop ciptaan Galileo Galilei di Belanda. Pesanan bola dunia (globe) itu tiba di Makassar setelah 4 (sumber lain menyebutkan 7) tahun, dipesan kepada seorang seniman ternama, Joan Bleau di Belanda, 13 Februari 1651.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...