Pembatasan solar Subsidi, Aktivitas di Pelabuhan Menurun

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Pembatasan solar subsidi membuat aktivitas di pelabuhan menurun. Pemilik kendaraan memilih tak beroperasi.

Ketua Asosiasi Logistik and Forwarder Indonesia (AlFI) Sulselbar, Saifuddin Saharudin, menyebut, akibat kelangkaan solar, aktivitas keluar masuk angkutan barang di pelabuhan menurun hingga 25 persen. “Sekarang banyak yang parkir mobilnya karena tak mampu untuk operasional,”katanya, Kamis, 19 September.

Dia menyebut, suplai barang akan terhambat jika tak ada niat baik pemerintah. Jika dipaksa pakai solar nonsubsidi, pihaknya akan menaikkan tarif 50 persen. “Tapi imbasnya ke harga barang akan naik juga,” tambahnya.

Pihak Pertamina mengakui adanya pembatasan suplai solar subsidi. Hal itu diakui dilakukan atas perintah melalui surat edaran BHP Migas.

Unit Manager Communication CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan, mengatakan, pembatasan dilakukan karena konsumsi solar subsidi cukup tinggi. Dikhawatirkan tidak mencukupi hingga akhir tahun. “Saat ini kuota tersisa 110 kiloliter (KL), itu tidak cukup jika tak dibatasi,” ujar Hatim, Kamis, 19 September.

Hingga Agustus, konsumsi diakui sudah mencapai 75 persen atau 350 ribu KL. Sementara kuota subsidi solar untuk Sulsel hanya 460 ribu KL untuk 2019. Subsidi tidak tepat sasaran, makanya dibatasi. “Jadi bukan mengurangi kuota. Kita hanya instrumen supaya kuota itu aman,”katanya.

Beberapa angkutan sekarang diatur. Seperti angkutan hasil perkebunan betul-betul sudah dilarang menggunakan solar subsidi. Kemudian khusus angkutan barang dibatasi 60 liter
per hari. Walaupun demikian, kata dia, Pertamina tetap memenuhi kewajiban untuk menyiapkan alternatif.

“Ada Pertamina DEX untuk industri, walaupun harganya lebih mahal,” katanya.

Intinya kata dia, Pertamina selaku operator hanya mematuhi edaran BPH Migas. Bahkan kata dia, pertamina pun saat ini patuh dengan aturan dengan tidak ada lagi armada tanki BBM yang menggunakan solar subsidi.

Ketua DPD Hiswana Migas Sulawesi, Hasbidin, mengakui adanya pembatasan tersebut.

“Memang banyak juga SPBU yang tak punya stok karena dibatasi alokasi solarnya. Tapi Hiswana Migas juga tak bisa berbuat apa-apa, karena hanya melaksanakan kebijakan pemerintah,”tambahnya. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...