Pembatasan solar Subsidi, Aktivitas di Pelabuhan Menurun

Jumat, 20 September 2019 21:27

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Pembatasan solar subsidi membuat aktivitas di pelabuhan menurun. Pemilik kendaraan memilih tak beroperasi.Ketua Asosiasi Logistik and Forwarder Indonesia (AlFI) Sulselbar, Saifuddin Saharudin, menyebut, akibat kelangkaan solar, aktivitas keluar masuk angkutan barang di pelabuhan menurun hingga 25 persen. “Sekarang banyak yang parkir mobilnya karena tak mampu untuk operasional,”katanya, Kamis, 19 September.Dia menyebut, suplai barang akan terhambat jika tak ada niat baik pemerintah. Jika dipaksa pakai solar nonsubsidi, pihaknya akan menaikkan tarif 50 persen. “Tapi imbasnya ke harga barang akan naik juga,” tambahnya.Pihak Pertamina mengakui adanya pembatasan suplai solar subsidi. Hal itu diakui dilakukan atas perintah melalui surat edaran BHP Migas.Unit Manager Communication CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan, mengatakan, pembatasan dilakukan karena konsumsi solar subsidi cukup tinggi. Dikhawatirkan tidak mencukupi hingga akhir tahun. “Saat ini kuota tersisa 110 kiloliter (KL), itu tidak cukup jika tak dibatasi,” ujar Hatim, Kamis, 19 September.Hingga Agustus, konsumsi diakui sudah mencapai 75 persen atau 350 ribu KL. Sementara kuota subsidi solar untuk Sulsel hanya 460 ribu KL untuk 2019. Subsidi tidak tepat sasaran, makanya dibatasi. “Jadi bukan mengurangi kuota. Kita hanya instrumen supaya kuota itu aman,”katanya.

Bagikan berita ini:
2
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar