Syamsul Arifin Adik Kandung Imam Nahrawi Singgung KPK

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Adik kandung Imam Nahrawi, Syamsul Arifin berharap semua pihak mengedepankan asas praduga tidak bersalah terkait status tersangka mantan menpora itu.

“Saya atas nama keluarga menyampaikan terima kasih kepada KPK yang telah berusaha untuk adil,” ujar Syamsul Arifin, adik kandung Imam Nahrawi kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/9).

KPK pada 18 September 2019 mengumumkan status tersangka terhadap, Menpora Imam Nahrawi dalam perkara dugaan suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018.

Syamsul Arifin tidak memungkiri penetapan tersangka terhadap Imam Nahrawi itu jauh dari bayangan awal pihak keluarga.

“Kita tahu sampai sekarang tidak ada bukti seperti yang dituduhkan KPK kepada Menpora. Sampai sekarang kami juga belum tahu klausul apa yang disangkakan oleh KPK kepada menpora,” katanya.

Dia menegaskan, karena belum tahu apa-apa, pihak keluarga juga belum tahu mau mengambil langkah hukum pembelaan seperti apa.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah: 3 Pimpinan KPK Tak Layak

Darah PMI Terpapar Penyakit Menular, Ada Virus HIV/Aids

Presiden Iran Hassan Rouhani Kirim Nota ke Trump, Isinya Tegas

Ivan Gunawan Dilarikan ke Rumah Sakit, Begini Komentar Nikita Mirzani ke Desainer Kenamaan Ini

Laga PSIS vs Persebaya Tanpa Penonton, Ini Imbauan Walikota Semarang buat Suporter

“Terus terang saja otak kita tidak nyambung ketika melihat fakta seorang komisioner KPK sedang ada yang mengundurkan diri, dan dua lainnya mengembalikan mandat kepada presiden tetapi melakukan tindakan hukum penetapan tersangka. KPK ini kan semestinya bekerja secara kolektif kolegial,” kata Syamsul Arifin.

Namun begitu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan tetap mengapresiasi kinerja KPK dan menghormati proses hukum.

“Saya anggap penetapan tersangka terhadap Menpora Imam Nahrawi adalah risiko jabatan,” kata Syamsul Arifin.

Setiap pejabat pengguna anggaran punya risiko menjadi tersangka kasus korupsi. “Terlepas ada unsur politis di dalamnya, kita pasrahkan kepada Allah. Kita husnuzan saja dengan mengedepankan praduga tak bersalah,” katanya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...