Tangkap dan Adili Semua yang Terlibat Aktivitas Tambang di Desa Mattampa Bulu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulsel bereaksi terkait sikap Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bone yang seakan memaksa warga untuk menerima tambang di Desa Mattampa Bulu, Kabupaten Bone.

Sebab, warga sudah menolak keras kehadiran tambang itu. Namun, dia melakukan mediasi atas petunjuk dari Kepala Desa Turucinnae, Nurdin. Polisi harus tegas, jangan pura-pura tutup mata.

Staf Advokasi WALHI Sulsel, Riski Saputra, bahkan meminta Kepolisian Daerah Sulsel agar menangkap semua pihak yang terlibat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Polda Sulsel harus segera turun tangan dan menangkap semua orang yang terlibat dalam tambang galian tersebut, termasuk menelusuri izinnya,” kata Riski kepada FAJAR, Jumat (20/9/2019).

Selain itu, Riski juga mendesak Kapolres Bone untuk memberi sanksi keras dua oknum atau anggota Polres Bone yang hadir dalam mediasi tersebut. Pasalnya, kedatangannya dinilai oleh warga untuk mengintimidasi masyarakat yang menolak tambang.

“Bagi kami, Kapolres harus mencopot oknum polisi yang mudah diperintah oleh Kepala Dinas. Anggota polisi itu harus mengayomi rakyat. Bukan menakut-nakuti,” tegas Riski.

Terkait dengan pernyataan Kadis Perindustrian Bone, Riski menilai, ucapan tersebut sangat menyesatkan. Karena pernyataan sesatnya bahwa ada yang mengatakan tidak perlu persetujuan masyarakat untuk melakukan penambangan. Justru sebaliknya, sebelum dan sesudah izin terbit maka harus dilakukan konsultasi publik.

“Pemrakarsa harus memastikan masyarakat sekitar menerima aktivitas tambang tersebut atau tidak. Apalagi ada aktivitas produktif masyarakat di sekitar lokasi penambangan. Bagaimana mungkin seorang Kepala Dinas Perindustrian tidak memahami hal ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, imbuh Riski, Polisi harus segera menghentikan aktivitas penambangan bermasalah tersebut. Lalu memberi efek jera kepada pihak-pihak yang terlibat. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar