Asri Anas: Sakit Hati Saya Pak Anwar Gagal Tembus DPR RI

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Sinergitas dibutuhkan untuk bisa membangun daerah lebih cepat. Terutama kepada Provinsi Sulbar yang sedang berjuang dan belum mencapai hasil maksimal sesuai ekspektasi para pendiri Sulbar sejak 15 tahun lalu.

Anggota DPD RI dua periode dari Dapil Sulbar, Asri Anas secara khusus menegaskan pentingnya sinergitas itu dibangun. Mulai dari para pendiri dan pejuang Sulbar yang merupakan tokoh senior, kaum muda, pihak swasta hingga ke jajaran pemerintahan daerah dan provinsi.

“Kesyukuran kita karena gubernur pertama adalah tokoh pejuang Sulbar, Anwar Adnan Saleh. Gubernur kedua juga salah satu tokoh pejuang saat masih menjabat Bupati Polman, ” kata Asri Anas dalam dialog lintas generasi dalam rangka hari jadi Sulbar ke-15 dengan tema Bersama Sulawesi Barat Membangun Human Capital dan Kebudayaan Unggul dan Malaqbi, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu, 21 September.

Namun dia mengkhawatirkan ancaman sinergitas yang bisa terputus dengan gagalnya Anwar Adnan Saleh menembus DPR RI dalam pileg 2019 lalu. Sebagai pendiri dan mantan gubernur Sulbar, Asri menyampaikan sangat tidak pantas sosok Anwar tidak mampu diperjuangkan bersama-sama ke Parlemen pusat. Sementara kemampuannya membangun daerah dan sinergitas di tingkat pusat sangat dibutuhkan.

“Sungguh sakit hati saya Pak Anwar dikalahkan oleh anak kemarin sore. Yang tidak memberi sumbangsih pada pembentukan Sulbar ini, ” kata Asri.

Karenanya, di hadapan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Rektor UNM Prof Husain Syam, mantan Rektor Unhas Prof Basri Hasanuddin dan sejumlah tokoh pendiri dan pejuang Sulbar, Asri yng juga Ketua DPW PAN Sulbar ini meminta sinergitas para tokoh dari Sulbar bisa terus ditingkatkan. (nur)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...