Besok, 50 Komunitas Rayakan Hari Perdamaian Internasional

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tidak kurang dari 50 komunitas yang tergabung dalam Aliansi Perdamaian Makassar akan mengadakan perayaan Hari Perdamaian Internasional, Minggu, 22 September. Kegiatan tersebut dipusatkan di area Car Free Day Pantai Losari.

Penanggungjawab kegiatan, Muhammad Iqbal (LAPAR) menjelaskan, masyarakat Sulawesi Selatan dengan keragaman budaya, bahasa dan agama selama ini menegaskan diri sebagai masyarakat yang cinta damai dan memiliki karakter yang luhur dengan memanusiakan sesama. Hal itu tercermin dari idiom lokal dalam keseharian masyarakat Sulawesi Selatan semisal Sipakatau, Sipakalebbi’ atau Siri’ na Pacce.

“Dari Tana Toraja kita kenal idiom Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate (Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh),” katanya.

Momentum Hari Perdamaian Internasional ini pun menjadi sangat tepat untuk membangun kesadaran kolektif budaya di Sulawesi Selatan. Bahwa sejatinya, masyarakat Sulawesi Selatan adalah masyarakat yang menjunjung tinggi hak asasi semua manusia.

Acara ini akan diisi dengan pentas seni tari, akustik dan pembacaan puisi dari berbagai kalangan. Juga ada pentas barongsai dari komunitas Tionghoa. “Peserta kegiatan Hari Perdamaian Internasional ini akan menyebarkan pesan pesan perdamaian pada warga yang ikut menyaksikan acara ini,” katanya.

Acara akan diakhiri dengan pembacaan doa keselamatan untuk bangsa dan negara dari berbagai tokoh agama. Yakni Ust. Erwin Baharuddin (Dewan Masjid Indonesia), Pandita I Made Sukarta (Hindu), Pandita Madya P. My Hemajoyo Thio (Budha), Js. Erfan Sutono (Konghucu) dan Christin Hutubessy (Kristen Protestan) serta Frater Yosafat (Kristen Katolik).

Diharapkan kegiatan ini memberikan kontribusi positif pada relasi sosial masyarakat sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman dan tentram. (aha)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...