Optimasi Lahan Sempit Petani Dengan Buah Unggul Untuk Meningkatkan Kesejahteraan

Sabtu, 21 September 2019 09:17
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) berencana mengkonsolidasikan lahan sempit petani menjadi sentra buah-buahan berskala ekonomi. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi.Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, menerangkan, hal tersebut dilakukan lantaran rata-rata kepemilikan lahan petani sekitar 0,3 hektar. “Bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani kalau kepemilikannya hanya 0,3 hektar?” tanya pria yang akrab dipanggil Anton.”Budidaya hortikultura khususnya buah-buahan adalah salah satu jalan keluarnya. Berikan mereka benih unggul, bantuan pupuk, pengawalan pemberantasan hama penyakit, dan pendampingan yang rutin dalam hal budidaya, petani lahan sempit bisa meningkat kesejahteraannya,” jawab AntonLangkah itu dikemas dalam Desain Besar Hortikultura 2020-2024. Diawali dengan menyiapkan benih buah-buahan unggul berupa batang bawah dan batang atas pada tahun 2020 selanjutnya distribusi ke kabupaten-kabupaten yang secara agroklimat dan lahannya cocok pada tahun berikutnya.”Lokasi-lokasi mana yang cocok, langsung kita kembangkan. Tidak tanggung-tanggung. Kalau cocok 100 hektare, kita berikan 100 hektare, kalau cocok 300 hektar ya kita berikan 300 hektar supaya skala ekonominya jelas. Artinya disini, apabila rata-rata kepemilikannya 0,3 hektare berarti ada 1000 petani yang akan dibantu di kabupaten tersebut,” katanya.Penyediaan benih unggul melibatkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) serta Balai Benih Hortikultura (BBH) yang tersebar di Indonesia.Dirinya mengingatkan bahwa penggunaan benih unggul menjadi salah satu aspek penting keberhasilan program ini. Karena akan menjadikan produk hortikultura yang bermutu dan memiliki daya saing. Selain penerapan pola budi daya hingga penanganan pascapanen yang baik. Dan berpeluang diekspor.

Komentar