Tambang Desa Mattampa Bulu, Kades Diduga Kuat Jual Lahan Negara

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Material sungai Mattampa Bulu diduga kuat dijual oleh Kepala Desa Turucinnae, Nurdin. Padahal sungai tersebut merupakan kawasan konservasi yang digunakan oleh para petani di desa.

Parahnya lagi, pengelolaan tambang itu tak diketahui sama sekali oleh Kepala Desa Mattampa Bulu, Kaharuddin. Sedang aktivitas pertambangan sudah dilakukan sejak tahun 2017.

Setelah ditelusuri, izin menambang hanya ada di Desa Padaelo, desa perbatasan Mattampa Bulu. Itu juga berdasarkan kesepakatan masyarakat Desa Padaelo sehingga melakukan penambangan dengan mengambil batu dan pasir. Sementara warga Mattampa Bulu, Kecamatan Lamuru mengeluhkannya sebab, tak ada izin dari masyarakat langsung menambang begitu saja.

“Kita sudah melarang, namun masih beroperasi. Di sungai itu semua sudah dikeruk, dan dikikis. Sawah terancam hancur kalau dibiarkan terus,” kata salah seorang perwakilan warga, Andi Ishak.

Makanya, kata Ishak seluruh warga yang memiliki pahan di sekitar sungai menolak kehadirannya. Dan tidak ingin beroperasi. Apalagi izin pengelolaan pertambangan tidak ada dari pemerintah setempat. “Izinnya hanya di Desa Padaelo (batas Desa Mattampa Bulu, red). Makanya menambang saja di sana, jangan masuk di wilayah kami,” tegasnya.

Di Desa Mattampa Bulu ada lebih dari 30 warga yang memiliki lahan disekitar sungai yang dilakukan aktivitas pertambangan. Pada awal menambang Kades Turucinnae oleh warga, namun tetap melakukan pengerukan. “Sungai ini juga bukan milikmu,” kata salah seorang warga mengutip perkataan Kades Turucinnae, Jumat, 20 September.

Saat ditanyakan soal material yang diambil dari sungai itu, warga yang enggan disebutkan namanya itu mengungkapkan bahwa ada yang dibawa ke Wajo dan sebagian di wilayah Bone. “Kadang empat mobil truk jalan sama-sama mengangkut material,” ucapnya.

Sekadar diketahui Sungai Mattampa Bulu bahkan Sungai di Desa Padaelo masuk kategori sepadan sungai. Kalau sepadan sungai rusak sama saja perusahaan sudah melakukan pengerukan kawasan lindung. Karena sungai mempunyai banyak manfaat untuk kehidupan manusia maupun ekosistem lainnya seperti tumbuhan dan hewan. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...