Tambang Ilegal Dibekingi? Kasat: Biar Polisi Kita Seret

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Tambang ilegal di Kabupaten Bone sudah menjamur. Terbaru di Desa Mattampa Bulu, Kecamatan Lamuru. Tidak ada persetujuan dari warga. Namun pengelola tambang mengklaim bahwa itu memiliki izin.

Izin dari Kades Turucinnae selaku oengelola tambang dibenarkan oleh Kadis Perindustrian, Khalil AM Syihab dan penyidik Polres Bone. Jika memang izinnya sudah terbit lantas tidak ada persetujuan dari warga. Polisi harus menyelidiki siapa yang menerbitkan izin tersebut.

Sebab, bagi rencana kegiatan di luar kegiatan yang berdampak besar dan penting, wajib menyusun dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL). UKL-UPL sama halnya seperti AMDAL, berfungsi sebagai panduan pengelolaan lingkungan bagi seluruh penyelenggara suatu kegiatan.

Apalagi sungai Mattampa Bulu bahkan Sungai di Desa Padaelo masuk kategori sepadan sungai. Kalau sepadan sungai rusak sama saja perusahaan sudah melakukan pengerukan kawasan lindung. Karena sungai mempunyai banyak manfaat untuk kehidupan manusia maupun ekosistem lainnya seperti tumbuhan dan hewan.

Menanggapi hal tersebut Kasat Reskrim Polres Bone, IPTU M Pahrun mengaku akan menelusuri aktivitas pertambangan itu. “Nanti anggota saya suruh selidiki soal itu,” katanya kepada FAJAR Sabtu (21/9/2019).

Kata dia, kalau tambang ilegal tetap dilakukan penyelidikan, dan langkah-langkah yang bisa menghentikan kegiatan itu. Kalaupun ada oknum yang membekingi pasti akan ditindak. “Kalau dibekingi polisi kita seret juga,” janji mantan Kanit Tipikor itu. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar