Anwar Adnan Saleh Sebut Asri Sosok Objektif

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Kesedihan anggota DPD RI dua periode, Asri Anas atas gagalnya Anwar Adnan Saleh (AAS) lolos ke senayan dalam pemilu 2019 lalu, direspons AAS.

Gubernur Sulbar periode 2016-2016 ini menyampaikan mengenal Asri lebih dekat sejak terpilih sebagai gubernur. Meski diakui Asri sudah bergabung dalam tim pemenangannya sejak 2005 bersama sejumlah tokoh pemuda dan pejuang Sulbar saat itu. Dimana saat itu Lembaga Survei Indonesia (LSI) mulai merilis hasil survei colon-calon gubernur Sulbar.

Elektabilitas AAS kala itu (2005) atau setahun sebelum pilgub mencapai 83 persen dimana sebagian besar masyarakat atau responden belum mengenal sosoknya. “Tapi hanya mendengar nama saya lewat radio, koran dan TVRI. Media saat itu masih sangat terbatas. Saat-saat itulah Asri Anas mulai bergabung dengan saya sebagai Tim Pemenangan,” kata AAS, Minggu, 22 September.

Karenanya AAS mengenal betul sosok Asri. Terkadang terjadi sudut pandang berbeda antara mereka, tetapi dalam konteks kepentingan Sulbar yang lebih besar, selalu ada kesamaan. “Dan dalam berbagai hal pikiran dan pandangan terhadap Sulbar, Asri sangat concern mengedepankan obyektivitas,” beber Anwar.

Karenanya, pandangan yang dilontarkan Asri dalam dialog lintas generasi di kantor gubernur Sulbar, Sabtu sore yang menyatakan kekecewaan karena sosok pejuang dan peletak fondasi pembangunan Sulbar, Anwar Adnan Saleh, tak bisa diperjuangkan lolos ke senayan memang sebuah hal yang nyaris tak bisa dipercaya. Anwar sendiri merasa seperti ada kekuatan tertentu yang menjegal dirinya, lantaran merasa terganggu bila ia berkiprah di Senayan.

“Sayapun hampir tidak percaya kejadian pada Pileg 2019 lalu, tetapi biarlah itu berlalu. Suatu saat sejarah akan berbicara dan mengungkap tuntas apa sebenarnya yang terjadi, ” kata Ketua Komando Pemenangan Wilayah Sulbar DPP NasDem ini.

Baginya, memaafkan dan mengalah untuk kepentingan yang lebih besar jauh lebih mulia dan terhormat ketimbang kehormatan yang didapat dengan kecurangan dan kejahatan. “Toh di posisi manapun saya bisa terus mengabdi untuk Sulbar,” kata Anwar. (rls-nur)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...