Direktur Eksekutif LSI Denny JA: Akan Dicatat Pelanggar HAM

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Direktur Eksekutif LSI Denny JA, jika sampai Jokowi berserta pimpinan DPR mengesahkan UU KUHP pada akhir Septemer nanti, maka publik dan sejahar akan mencatat, bahwa keduanya adalah pemimpin yang membawa Indonesia menjadi bangsa pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Itu terkait polemik revisi Undang-Undang KUHP terus bergulir. Meskipun Presiden Joko Widodo sudah meminta agar hasil kesepakatan Komisi III DPR dan Menkumham Yasonna Laoly itu ditunda pengesahannya.

“Mereka akan dicatat dengan tinta hitam,” ujar Direktur Eksekutif LSI Denny JA dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com (Grup fajar.co.id), Minggu (22/9).

Selain Jokowi, menurut Denny JA, para ketua umum partai seperti Megawati Soekarnoputri, Airlangga Hatarto, Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Surya Paloh, akan abadi tercatat dalam sejarah hitam bangsa ini.

“Sebab di era kepemimpinan mereka, Indonesia dibawa melawan jarum jam sejarah, pergi ke masa silam. Mereka akan dicatat dengan tinta hitam,” ujar Direktur Eksekutif LSI Denny JA.

Ia merujuk satu prinsip saja dalam RUU KUHP itu yaitu pidana seksual, Pasal 417 KUHP Ayat 1 yang berbunyi: Setiap Orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda Kategori II.

Pasal itu, ujar Direktur Eksekutif LSI Denny JA, bertentangan dengan prinsip HAM yang dijamin PBB. Right to sexuality itu sudah menjadi prinsip
HAM. Ia menjadi bagian dari rights to privacy di bidang seksualitas. Persepsi yang berbeda soal seksualitas dan tindakan yang mengikutinya, sejauh itu terjadi antar orang dewasa, dan suka sama suka, bukanlah tindakan kriminal.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah

Comment

Loading...