Kondisi Pelra di Pangkep: Muara Sungai Alami Pendangkalan, Berharap Air Pasang

Jalur penyeberangan antar pulau di Pangkep kian memprihatinkan. Pelabuhan Pangkajene yang menjadi aksi utama untuk wilayah pulau, dimanfaatkan dengan kondisi apa adanya.

Laporan: Sakinah Fitrianti

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Ada beberapa kapal yang sandar tiap harinya di pelabuhan ini. Meski hanya penghubung antar pulau-pulau di kecamatan kepulauan. Itupun hanya melayani dua kecamatan kepulauan. Tak ada dari daerah lain yang merapat.

Dangkalnya muara Sungai Pangkajene menjadi salah satu penyebab hanya kapal-kapal tertentu saja yang bisa sandar ke pelabuhan ini. Sekalipun, pelabuhan ini terletak di pusat Kota Pangkep. Dalam kompleks Pasar Pangkajene, pasar terbesar di Kabupaten Pangkep.

Artinya, bisa dikatakan, seluruh aktivitas perekonomian warga pulau berputar di pasar ini. Setiap kapal yang datang mengangkut banyak barang. Bahkan kendaraan roda dua pun kerap diangkut kapal-kapal yang sandar di pelabuhan ini.

Kapal yang sandar di pelabuhan ini memang hanya memanfaatkan kolong jembatan Sungai Pangkajene. Tak ada tempat khusus. Para pemilik kapal hanya mengaitkan kapalnya ke pinggir kolong jembatan tersebut.

Namun, nelayan dan pemilik kapal terus mengeluhkan pendangkalan yang terjadi di muara Sungai Pangkajene. Salah seorang pemilik kapal tujuan Pulau Karanrang, Kecamatan Liukang Tupabiring, Bado menyampaikan, dangkalnya muara sungai ini sudah bertahun-tahun dirasakan.

Akibat pendangkalan, dia harus menunggu di muara sungai sampai empat jam. Tunggu air pasang. Tak hanya menunggu air laut pasang. Bahkan disampaikan, ia kerap mendorong perahu, apabila air laut hanya setinggi mata kaki saja. Setiap hari kapal saya terjebak di muara sungai," pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...