Menristekdikti Mohamad Nasir Sebut 96 PT Raih Akreditasi A

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi alias Menristekdikti Mohamad Nasir mengungkapkan, saat ini sudah ada 96 perguruan tinggi di Indonesia yang telah meraih akreditasi A. Sebanyak 13 di antaranya merupakan perguruan tinggi swasta di Jakarta.

“Saya mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitasnya, baik swasta maupun negeri. Hal ini merespon tantangan dan peran perguruan tinggi dalam menghadapi era industri 4.0,” kata Menteri Nasir saat menghadiri Wisuda dan Dies Natalis Univeristas Nasional ke-70 di Jakarta Convention Center, Minggu (22/9).

Dia menyebutkan, dibandingkan awal masa pemerintahannya, terjadi lompatan jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang telah meraih akreditasi A.

Dia berharap kampus bisa menjadi penggerak inovasi membangun negeri, dan SDM dan IPTEK yang dihasilkan akan menjadi kekayaan yang tidak ternilai menjadi modal bangsa dalam percaturan global di era industri 4.0.

Rektor Universitas Nasional El Amry Bermawi Putera menyebutkan Universitas Nasional terus memacu agar lulusan siap menghadapi percepatan dan pengusaan teknologi informasi berbasis online demi menyongsong revolusi industri 4.0.

Dia menuturkan pendekatan digital diterapkan di universitas berupa sistem tata kelola perguruan tinggi berbasis online mulai tahap input, proses, output, outcomes, dan impact.

Juri BIFA Nobatkan Bank Sulselbar Berkinerja  Terbaik

Pendekar Silat Serang Wakop dan Biliar, Porak-poranda

Revisi UU ASN Tak Jelas, Mardani Ali Sera Bilang Ini

Ryna Azis Curhat Tunangannya Ditikung Wanita Lain, Ini Isinya

Putri Ketua NU Gowa Risqiyah Hijaz Jabat Wakil Ketua DPRD

“Tata kelola Universitas Nasional saat ini sudah mencapai 80 persen berbasis online, 20 persen sisanya sedang dalam proses pengerjaan dengan target capaian pada tahun akademik 2019/2020. Dengan kata lain pada titik itu, Universitas Nasional akan menjadi kampus yang berkategori cyber university atau smart campus,” tutur dia.

Amry menambahkan aktivitas perkuliahan dan learning management system juga pembelajaran dan penelitian telah dibantu dengan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK). Berbagai inovasi dilakukan dalam bidang pembelajaran dua mata kuliah wajib universitas dan desain ulang kurikulum.

Ia menyebutkan hal ini dilakukan demi melahirkan lulusan berkualitas, terampil dan mampu beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...