Anak Raja Mamuju Ancam Tutup Jalan Arteri

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAMUJU –Proses pembayaran ganti rugi tanah warisan Raja Mamuju pada poros Jalan Arteri Mamuju masih bersoal. Lantaran ahli waris atau anak pemilik lahan dari Maradika Mamuju atau Raja Mamuju, Djalaluddin Ammana Indah (Dai), Andi Amir Dai menuntut pembayaran ganti rugi yang belum dibayarkan Pemprov Sulbar.

“Kami sudah punya putusan inkraht dari  Mahkamah Agung RI (MA) No.2737/K/Pdt/2017, bahwa lahan warisan orang tua kamibtersebut harus dibayarkan secara bertahap pada 2019 tahun ini dan tahun 2020,“ kata Andi Amir Dai di Warkop Aba, Senin, 23 September.

Anak Raja Mamuju ini mengancam segera menutup Jalan Arteri bila pemprov Sulbar tidak menunjukkan itikad untuk membayarkan ganti rugi lahan yang masih tersisa tahun ini.

Soft Opening Gedung Baru RSIA Ananda Makassar

Jalan Kaki Santai Jelang Sidang Majelis Umum PBB

Kerusuhan Wamena, Ruko Dibakar, Kantor Pemerintah Dirusak

Pangkoopsau II Donny Ermawan Silaturahmi Gubernur Nurdin Abdullah

Densus 88 Tangkap 9 Anggota Jaringan JAD di Bekas

Anak Raja Mamuju merujuk lahan miliknya yang dibanguni Jalan Arteri mulai dari belakang kantor lama DPRD Mamuju sampai ke arah kantor gubernur Sulbar, sepanjang sekira 4 km. Dalam akta notaris perjanjian pembayaran lahan tersebut tahun 2017 lalu, tercantum luasan 6,8 Ha. “Tersisa Rp20,7 miliar dari total 27 miliar nilai ganti rugi yang belum dibayarkan pemprov, ” katanya.

Andi Amir sendiri memenangkan gugatan mengalahkan 7 tergugat di antaranya adalah Andi Maksun Dai (kakaknya) yang semula mengklaim lahan tersebut, Pemprov Sulbar maupun Panglima TNI cq Kasal dan Danlantamal VI Makassar. Saat ini Andi Amir Dai baru menerima panjar dari Pemprov Sulbar, sebanyak Rp3.8 miliar. (nur)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...