Demo Berujung Rusuh di Papua, Total 21 Warga Tewas

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dua demo berujung rusuh terjadi di Bumi Cendrawasih. Kali ini terjadi di Wamena, Jayawijaya dan di Expo Waena, Jayapura, Papua, Senin (23/9).

Demo anarkis yang terjadi di Wamena, Jayapura mengakibatkan 17 warga sipil meninggal dunia. Sementara 318 peserta demo yang dipicu hoaks soal rasisme diamankan di Polda Papua.

Komandan Kodim (Dandim) 1702/Wamena Letkol Inf Chandra Diyanto mengatakan demo anarkis dengan melakukan pembakaran bangunan telah menewaskan 17 warga sipil. Sementara yang mengalami luka-luka mencapai 65 orang.

“Warga sipil yang meninggal itu akibat luka benda tajam dan warga yang menjadi korban kebakaran,” katanya, Senin (23/9).

Sementara 65 warga yang mengalami luka-luka saat ini dirawat di RSUD Wamena. Saat ini kondisi keamanan sudah kondusif. Aparat TBI-Polri tersu berjaga-jaga.

Secara keseluruhan situasi sudah relatif aman namun anggota masih terus berjaga-jaga, kata Letkol Chandra.

Aksi demo yang berujung rusuh di Papua yang diduga dipicu isu rasisme itu sempat melumpuhkan aktifitas masyarakat di Wamena. Bahkan pendemo dilaporkan melakukan pembakaran dan perusakan terhadap sejumlah fasilitas milik pemerintah dan swasta, termasuk kendaraan bermotor.

Sementara Abepura, Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja mengatakan aksi demo anarkis yang berlangsung di Waena, menewaskan empat orang termasuk, seorang anggota TNI AD.

“Benar dari empat orang yang meninggal, termasuk tiga warga sipil dan satu anggota TNI AD. Pada saat ini, jenazahnya masih di RS Bhayangkara,” katanya.

Penyebab kematian ketiga warga sipil itu, kata Kapolda, belum dapat dipastikan karena masih diperiksa dokter.

Ia menyebutkan penyebab kematian Praka Zulkifli, anggota Yonif 751 Raider, akibat luka-luka diduga terkena benda tajam dan lemparan batu.

Aksi anarkis yang dilakukan pedemo itu terjadi di kawasan Expo, Waena saat mereka dipulangkan dari halaman Universitas Cenderawasih dengan menggunakan 15 truk.

Namun, saat melintas di Jembatan Waena, mereka minta diturunkan, lantas menyerang anggota TNI AD yang sedang sarapan.

“Usai menyerang, pedemo melarikan diri ke kawasan Expo sambil menyerang pasukan,” jelasnya.

Unjuk Rasa Mahasiswa Lebih Besar Hari Ini di Senayan

Semenit Harmal

Dukungan ke Mantan Legislator Ini Terus Mengalir

Promosi Doktor Akbar Faizal akan Dihadiri Banyak Tokoh

Jenazah Advokat Senior Itu Disemayamkan di Masjid Cheng Hoo

Selain menyebabkan empat orang meninggal akibat demo berujung rusuh di Papua, tercatat enam anggota Brimob luka-luka. Mereka harus mendapat penanganan intensif di RS Bhayangkara.

Sementara itu, warga sipil yang terluka dan dirawat di RS Bhayangkara tercatat 20 orang. Rudolf juga mengatakan pihaknya telah mengamankan 318 orang pendemo. Mereka diamankan di Mako Brimob Polda Papua, di kawasan Waena, Jayapura.

“Mereka masih diperiksa secara intensif,” katanya.

Sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka akibat demo berujung rusuh di Papua karena masih diperiksa penyidik, kata mantan Kapolda Papua Barat.

Sementara itu Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal sebelumnya mengatakan mengatakan insiden itu berawal saat pemulangan para pendemo yang ke arah kawasan expo, Waena.

Pemulangan para pendemo ke kawasan expo sesuai kesepakatan dengan Kapolres Kota Jayapura yang membantu pemulangan mereka yang sebelumnya berada di halaman depan auditorium dengan menggunakan 15 truk.

Namun saat kendaraan yang mengangkut mereka berada di jembatan Waena, para pendemo minta diturunkan dari truk yang kemudian tiba-tiba menyerang anggota TNI yang sedang beristirahat, kata Kamal seraya menambahkan, dalam insiden tersebut enam anggota brimob terluka dan satu anggota TNI AD meninggal setelah sempat dilarikan ke RS Bhayangkara.

“Para korban masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara,” kata Kamal. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...