Korban Rusuh Papua Jadi 22 Orang, Satu Keluarga Terpanggang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PAPUA– Aparat TNI-Polri masih melakukan penyisiran untuk mengevakuasi korban rusuh Papua pasca kerusuhan di Wamena, Papua. Hasilnya ditemukan korban meninggal dunia lainnya. Total sampai dengan pagi tercatat 22 warga sipil harus meregang nyawa akibat kerusuhan tersebut.

Jumlah itu bertambah dari update malam tadi, di mana korban jiwa berjumlah 16 orang. “22 meninggal dunia. Salah satunya meninggal di rumah sakit karena kritis,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal saat dihubungi, Selasa (24/9).

Kamal menjelaskan, penyebab para korban tewas masih didalami. Namun, ada beberapa di antaranya yang terpanggang hidup-hidup karena ruko maupun kiosnya dibakar oleh massa. “Mereka ada satu keluarga yang terjebak, dibakar massa rumahnya,” terang Kamal.

Imbauan Libur Kuliah Atas Nama Rektor UNM, HOAX

Awali Aktivitas di Hari Kedua, Tim Verlap Kabupaten Sehat Pantau “Minggu Madising”

Otoritas Singapura Tangkap 3 Perempuan WNI, Dugaan Teror

Pasal Makar RKUHP Rawan Disalahgunakan Penguasa, Demonstran: Itu Pasal Karet

Gedung Merah Putih KPK Hujan Telur Busuk, Aksi Massa PMII

Sebelumnya, pasca kerusuhan di Wamena pagi tadi, aparat TNI-Polri mulai mengidentifikasi korban rusuh Papua akibat insiden tersebut. Tercatat, 16 masyarakat sipil dipastikan ikut menjadi korban jiwa akibat ulah massa anarkis.

“Iya sementata kita dapat 16 meninggal dunia masyarakat sipil,” ungkap Kapendam XVII/Cendrawasih Letkol CPL Eko Daryanto saat dihubungi, Senin (23/9).

Eko menuturkan, masyarakat sipil yang meninggal ini akibat terjebak di ruko-ruko yang dibakar oleh massa. Sedangkan ada beberapa yang masih diidentifikasi penyebab kematiannya. Aparat gabungan TNI-Polri sampai saat ini masih disiagakan di lokasi kerusuhan. Mereka mengantisipasi apabila terjadi aksi susulan. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar