Mahasiswa Kepung Senayan, Bobol Kawat Berduri, Pagar Roboh

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Demo mahasiswa kepung senayan atau gedung DPR, Jakarta, masih berlangsung, Selasa (24/9) siang. Barikade kawat berduri yang dipasang aparat keamanan pun dibobol.

Panas terik matahari tidak menyurutkan tekad demonstran menolak pengesahan berbagai undang-undang yang dianggap bermasalah.

“Kami datang ke sini untuk tuntaskan reformasi. Tampaknya reformasi 98 belum tuntas,” kata orator dengan pengeras suara.

Massa mahasiswa yang kepung senayan tidak cuma sibuk berorasi dan meneriakkan yel-yel protes. Ada dua dari mereka yang berhasil menembus barikade kawat berduri, kemudian memanjat pagar gedung DPR. Tujuannya memasang sebuah spanduk.

Aksi itu dilakukan sembari meneriakkan protes. Sementara itu, massa terlihat mencoba menerobos kawat berduri. Polri masih siaga berjaga-jaga.

Selain mahasiswa di Jakarta kepung senayan, di Palembang Sumatra Selatan, ribuan mahasiswa gabungan dari perguruan sudah memblokir jalan POM IX di depan Kantor DPRD Sumatra Selatan, sebagai bagian dari aksi demonstrasi mereka.

Dari pantauan Antara, ribuan mahasiswa tersebut berkumpul di depan Kantor DPRD Sumatera Selatan muali sekitar pukul 10.00 WIB, mereka menutup akses jalan sambil berorasi, massa sempat merobohkan pagar sebelum akhirnya dihalau mundur polisi.

“Mahasiswa menolak pelemahan KPK dalam bentuk apapun,” kata salah seorang mahasiswa saat berorasi.

Kepung DPRD Sulsel, Massa Mahasiswa Terus Berdatangan

Tolak RUU, Aliansi Masyarakat-Mahasiswa Kepung DPRD Sulsel

Mahasiswi Cantik di Makassar Aksi, Seperti Ini Seruannya

Grab Tetapkan Pemanfaatan Teknologi untuk Kebaikan di Asia Tenggara

Novianus dan Misriani Tak Disebut di Pelantikan, Ada Apa ?

Selain menolak pemahan KPK, mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap RUU KUHP, kabut asap, kekerasan di Papua, konflik agraria, RUU Pertanahan, RUU PKS, RUU Minerba, RUU Perkelapasawitan, represi aparat, RUU Ketenagakerjaan, dan pemindahan ibu kota negara.

Massa didominasi mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang yang memakai jaket alma mater berwarna biru muda dan almamater Universitas Sriwijaya berwarna kuning, massa juga membawa berbagai bendera ormawa dan spanduk berisi kalimat protes.

Aksi mahasiswa tersebut bertetapatan dengan pelantikan anggota DPRD Sumatera Selatan periode 2019-2023 yang akan dilantik pukul 14.00 WIB, tampak halaman Kantor DPRD Sumsel dipenuhi karangan bunga dan sudah steril dari berbagai aktivitas.

Aksi mahasiswa mendapat pengamanan kerat dari aparat keamanan gabungan polisi dan TNI, nampak mobil water canon parkir tepat di depan barisan mahasiswa yang menduduki jalan.

“Kawan-kawan kami sudah melakukan aksi di beberapa daerah, maka kami merasa sangat perlu merapatkan barisan dengan menggelar aksi juga,” ujar salah seorang mahasiswa Universitas Sriwijaya, M Rafiq. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...