Mahasiswa Perlu Bijak Bermedsos, Hindari Hate Speech

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Fakultas Hukum UMI menggelar seminar tentang Internet Sehat dan Pencegahan Ujaran Kebencian. Berlangsung di Aula kampus, Selasa (24/9/2019).

Kegiatan ini digelar atas kerja sama UMI dengan Kementerian Hukum dan HAM dan Friedrich Naumann Foundation For Freedom. Wakil Dekan I Fakultas Hukum UMI, Fadillah Mappaselleng, dalam materinya menyampaikan tentang hate speech kepada mahasiswa yang hadir.

“Hate Speech atau ujaran kebencian adalah ujaran yang dapat menyerang, mengancam, menghina, individu, atau kelompok didasarkan oleh ras, warna kulit, agama, antar golongan, etnis, orientasi seksual, disabilitas, dan identitas gender,” ungkapnya.

Lebih lanjut, bentuk ujaran kebencian di antaranya penistaan agama, intimidasi, hoaks, penghinaan, dan fitnah. “Yang perlu diketahui, media penyebaran ujaran kebencian itu, seperti medsos, pamflet, spanduk, ceramah keagamaan, dan orasi kegiatan,” sebutnya.

Kasubdit Kerja Sama Luar Negeri, Ditjen HAM Kementerian Hukum dan HAM RI, Andi Teletting Langi menambahkan, mahasiswa perlu bijak bermedsos. Pemahaman masih kurang dalam memahami teks.

“Minimnya program literasi terhadap media digital dalam memberikan kesadaran bagi masyarakat tentu berdampak untuk mengetahui apakah menyerang pribadi seseorang atau sekadar informasi yang baik,” jelasnya. (aas)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...