Mahasiswa Universitas Trisakti Long March ke Senayan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Aksi unjuk rasa alias demo mahasiswa akan kembali digelar di depan gedung DPR, Jakarta, hari ini (24/9). Perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti Jakarta, Edmund Seko menyebut setidaknya 1.000 orang mahasiswa Trisakti akan ikut bergabung dalam puncak aksi demonstasi mahasiswa hari ini.

“Paling kurang 1.000 mahasiswa Universitas Trisakti akan turun ke jalan untuk mengikuti aksi ini. Kami akan melakukan long march dari kampus ke DPR,” ujar Edmund di Jakarta, Selasa.

Dia menambahkan tuntutan mahasiswa Universitas Trisakti masih sama seperti hari sebelumnya, yakni meminta pemerintah dan DPR menuntaskan agenda reformasi.

Aksi gabungan sejumlah BEM kampus tersebut juga menuntut agar merestorasi upaya pemberantasan KKN, merestorasi demokrasi, hak akyat untuk berpendapat, penghormatan perlindungan dan pemenuhan HAM, dan keterlibatan rakyat dalam proses pengambilan kebijakan.

Selanjutnya, merestorasi perlindungan sumber daya alam, pelaksanaan reformasi agraria dan tenaga kerja dari ekonomi yang eksploitatif.

Negeri Ini Butuh Solusi, Bukan Lagi Main-main Medsos

Joko Widodo Minta DPR Tunda Pengesahan Enam RUU

Penasaran Baca Berita Editan Gubernur NA? Klik Ini

PT Citilink Indonesia dan PT GMF Dirikan Sekolah Pilot

Krisis Air Bersih, Warga Mangilu Terpaksa Cari Air di Hutan

Kemudian, merestorasi kesatuan bangsa dan negara dengan penghapusan diskriminasi antaretnis, pemerataan ekonomi, dan perlindungan bagi perempuan.

Selain itu, sejumlah Rancangan Undang-undang bermasalah seperti RUU KUHP, RUU KPK, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, maupun RUU SDA ditunda pengesahannya.

Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia, M Nurdiansyah mengatakan sejumlah agenda reformasi tak kunjung tuntas bahkan cenderung dikhianati pemegang kekuasaan.

KPK dilemahkan dengan revisi UU KPK dan pimpinan bermasalah, RKUHP dan UU ITE yang mengancam demokrasi, RUU Pertanahan, RUU Minerba dan RUU Sumber Daya Alam yang tidak berpihak pada rakyat, hingga agenda reformasi agraria dan penyelesaian kasus HAM yang tak junjung tuntas,” jelas Nudiansyah.

Sejumlah aksi, kata dia yang dilakukan sebagai bentuk kebebasan berekspresi justru berujung represi dan kriminalisasi. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...