Politikus PSI Rian Ernest: RKUHP Bisa Pecah Belah Bangsa

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Politikus PSI Rian Ernest mendesak DPR menunda pengesahan RKUHP (Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana ). Alasannya, terdapat sejumlah pasal yang dapat memecah belah bangsa.

“Bahwa rancangan KUHP ini apabila disahkan dengan yang ada sekarang berpotensi memecah belah bangsa,” ujar Rian di Jakarta, Senin (23/9).

Menurut Politikus PSI Rian Ernest, dalam rancangan KUHP yang akan disahkan oleh DPR, terdapat sejumlah pasal yang dinilai bermasalah. Salah satunya mengenai pemberlakukan pasal penodaan agama yang dianggap masih sangat karet dan multitafsir.

“Interpretasinya tergantung perasaan beragama orang per orang yang pasti beda. Kenapa tidak dibuat yang lebih jelas,” ucap wakil ketua DPW PSI DKI Jakarta itu.

Poin pasal lainnya yang juga dianggap bermasalah adalah pengadopsian “living law” (hukum yang hidup di tengah masyarakat) yang berpotensi memecah belah, serta intervensi undang-undang yang terlalu jauh masuk ke ranah privat masyarakat.

Bawa Satu Bal Sabu-sabu, Kurir Pinrang Ditangkap di Bone

Kapolres Bone Turun Tangan Usut Tambang Kades Turucinnae

Kini Bisa Bayar Pajak Kendaraan di Kantor Gubernur Sulsel

Indonesia Dukung Inisiatif Aksi Iklim Berbasis Laut

Tahapan Pilkada 2020 Resmi Dimulai, Ini Kata Arief Budiman

Politikus PSI Rian Ernest mendesak agar DPR menunda pengesahan rancangan KUHP, untuk kemudian dibahas kembali pada periode DPR berikutnya dengan melibatkan lebih banyak pihak.

“Teman-teman di DPR dan pemerintah lebih membuka lagi ruang dialog dengan masyarakat, buka pasal-pasalnya, unggah di daring, terima masukan dari masyarakat, akademisi, penggiat, ini saya yakin naskahnya akan lebih baik lagi” ucap dia.

Rian juga mengingatkan kepada DPR agar agar tidak menjadikan rancangan KUHP sebagai warisan pada periode saat ini.

“Jangan hanya berdasarkan ego sektoral ingin memaksakan produknya sekarang terjadi. Lebih baik demi kepentingan bangsa dan negara diundur saja, dibongkar lagi, dibuka lagi, dikaji lagi, lalu disahkan di DPR periode berikutnya,” kata dia. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...