PT Citilink Indonesia dan PT GMF Dirikan Sekolah Pilot

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Maskapai berbiaya hemat PT Citilink Indonesia (Citilink) membentuk usaha baru di bidang pendidikan aviasi dan non aviasi.

Usaha baru hasil sinergi Citilink dengan perusahaan perawatan pesawat Pt GMF AeroAsia, Tbk (GMF) itu bernama PT. Garuda Ilmu Terapan Cakrawala Indonesia (GITC Indonesia). Adapun komposisi kepemilikan sahamnya, Citilink sebesar 80 persen dan 20 persen milik GMF.

Direktur Utama PT Citilink Indonesia Juliandra mengatakan, GITC Indonesia resmi didirikan pada 20 Agustus 2019 lalu. Tujuannya untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna mendukung operasional penerbangan.

Pada tahap awal, GITC Indonesia menyediakan fasilitas pendidikan untuk pilot, awak kabin, engineer, dan pegawai darat. “Dengan fasilitas, sarana dan prasarana yang mumpuni serta tenaga pengajar yang ahli di bidangnya, GITC Indonesia mampu menghadirkan pendidikan di bidang aviasi yang berkualitas baik dan terpercaya,” kata Juliandra.

Ke depan, lanjut Juliandra, GITC Indonesia akan membuka fasilitas pendidikan di bidang aviasi untuk umum. Adapun pelatihan yang disediakan mulai dari pendidikan untuk operasional maskapai (airline operation) hingga pendidikan untuk pengembangan bisnis maskapai (airline business).

Krisis Air Bersih, Warga Mangilu Terpaksa Cari Air di Hutan

Bayi Lahir Empat Kaki Empat Tangan, Kondisinya Seperti Ini

Edit Berita di FAJAR, Gubernur NA Hanya Butuh Empat Menit

Billy Syahputra: Mau Selesaikan Ayo, Kalau Enggak Ya Sudah

Ahmad Dhani: Hasil Kotak Suara Rakyat yang Asli Jadi Polemik

Guna memberikan kualitas pendidikan terbaik, GITC yang saat ini bertempat di Duri Kosambi, Cengkareng, dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang lengkap mulai dari ruang kelas, lounge, asrama hingga simulator berbagai tipe pesawat seperti Airbus A320, Airbus A330, Boeing 737- 800NG, ATR 72-600 dan CRJ1000.

Direktur Utama GMF Tazar Marta Kurniawan berharap GITC Indonesia dapat melahirkan teknisi-teknisi andal untuk mendorong percepatan pertumbuhan bisnis GMF. “Ke depannya kami berupaya memperluas jangkauan penyedia pelatihan teknisi pesawat dengan menyasar pelanggan lain di luar Garuda Indonesia Group melalui GITC Indonesia” ungkap Tazar.

“Adapun bentuk pelatihan yang disediakan bersifat mandatory training, sehingga usaha gabungan ini memiliki potensi pasar yang besar dengan menarik MRO lain baik domestik maupun internasional,” sambungnya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...