Anggota DPRD Makassar Masih Gunakan Pin Emas Imitasi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pin emas penanda anggota DPRD Kota Makassar periode 2019-2024 masih dalam proses tender. Anggota dewan yang baru pun menggunakan pin emas “KW” alias imitasi.

Salah satu anggota dewan pendatang baru di DPRD Kota Makassar, Ray Suriadi Arsyad mengaku masih menggunakan pim emas yang dibeli di toko perhiasan. Lantaran pin emas dari Sekretariat Dewan belum diberikan.

“Kita pakai yang ada saja, sebagai penanda. Sebab pin ini adalah simbol kita sebagai wakil rakyat,” kata legislator Demokrat itu. 

Pin emas yang digunakan Ray dikatakannya bukan asli emas, melainkan imitasi. 19 Anggota dewan yang baru juga mengunakan pin emas KW.

Plt Sekretaris Dewan(Sekwan) DPRD Makassar, Andi Saldy mengungkapkan saat ini pengadaan pin emas untuk 49 anggota dewan masih tahap pengerjaan.

“Yang anggota baru mungkin pakai emas imitasi, tapi yang incumbent sebelumnya sudah ada, meski begitu kita tetap anggarankan untuk anggota dewan lama,” katanya.

Diketahui pin emas seberat 10 gram untuk para legislator yang lolos pada pemilu 17 April lalu,  tengah disiapkan. Satu pin dianggarkan seharga Rp 10 juta.“Khusus pin itu Rp10 juta karena 10 gram, dan jasnya itu Rp4 juta,” kata Sadly.

Kepala bagian (Kabag) Umum Sekretariat DPRD Makassar, Armin Paera, mengatakan anggaran pengadaan pakaian sipil lengkap dan pin emas tersebut sudah disiapkan melalui APBD Pokok 2019.

 

“Pakaian sipil lengkap, anggarannya Rp250 juta, Pin emas 10gram sebesar Rp375 untuk 50 anggota DPRD,” kata Armin. Diketahui, pengadaan pakaian sipil lengkap dan pin emas ini dilakukan melalui proses tender sesuai dengan proses pelelangan belanja modal atau ULP.(taq)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...