Demo Boleh, Jangan Pakai Kekerasan!


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Aksi unjuk rasa terus meluas di beberapa kota besar di Indonesia. Hanya saja, aksi damai ini tercoreng dengan aksi yang menyimpang. Desakan unjuk rasa tanpa kekerasan pun digaungkan.Di Kota Makassar, mahasiswa dari Universitas Hasanuddin, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Universitas Muslim Makassar, Universitas Bosowa, Universitas Kristen Indonesia Paulus, Universitas Veteran Republik Indonesia, Politeknik Kesehatan, Politani, STIEM Bongaya, hingga Universitas Indonesia Timur (UIT) turun ke jalan.Mereka menyuarakan penolakan terhadap revisi Undang-Undang KPK dan pengesahan enam rancangan undang-undang lainnya. Akibatnya, ada 208 orang diamankan. Bahkan, 13 orang diduga bakal berlanjut dan diproses hukum. 11 orang mahasiswa dan jurnalis dirawat di rumah sakit. Pemicunya aksi represif.Lemparan batu demonstran di depan gedung DPRD Sulsel dibalas dengan tindakan represif. Mahasiswa dikejar hingga masuk ke lorong-lorong pemukiman warga.Beberapa perwakilan mahasiswa sempat berorasi di depan gedung DPRD Sulsel. Masing-masing duduk dengan almamater kebanggaannya. Didominasi mahasiswa Unhas dan UNM, orasi sempat berjalan lancar. Entah dari mana muasalnya, keributan menjalar dari kerumunan itu.Mahasiswa yang sempat duduk berkerumun langsung berdiri. Lemparan batu memecah melayang di udara. Polisi pun merangsek masuk ke dalam area DPRD Sulsel. Mereka bersiaga dengan tamengnya. Polisi lainnya mulai menembakkan gas air mata.FAJAR sempat merasakan bagaimana pedihnya gas air mata yang juga menyebar di halaman gedung DPRD itu. Partikel-partikel gas mampat di udara. Berjibaku dengan lemparan batu yang tak terukur dari mana datangnya. Salah gerak sedikit, kepala bocor karena benda tumpul itu.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar