Jenazah Korban Kerusuhan Wamena Asal Takalar Diangkut dengan Pesawat Hercules

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SENTANI –- Salah seorang korban meninggal atas kerusuhan di Wamena, Krisdayanti (24 tahun) asal Galesong Kabupaten Takalar, jenazahnya tiba di Sentani dengan diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara, Rabu (25/09/2019) malam.Jenazah Krisdayanti tiba di Sentani diantar langsung suaminya,  Syaiful Arifin (25 tahun) bersama dengan anak semata wayangnya Khaeril (18 bulan), setelah dijemput langsung pihak Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang dipimpin Ketua Ikatan Kerukunan Keluarga Pangkep Maros (IKKPM) H Mustakim bersama wakilnya H Muksin, Sekretaris Angga, serta Penasehat IKKPM Letkol Kal Muhammad Taha, SE.Kepala Bahan Minyak dan Perbekalan (BMP) Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Silas Papare Jayapura Sentani, Letkol Kal Muhammad Taha, SE, yang dikonfirmasi menjelaskan, setelah serah terima jenazah di Sentani, dilanjutkan ke Masjid Raya Al Aqsa Sentani untuk disemayamkan. “Insya Allah, besok pagi jenazah diberangkatkan ke Makassar dengan menggunakan pesawat Lion Air,” jelasnya.Sementara itu, Syaiful Arifin yang dikonfirmasi, meski masih trauma  dengan kejadian yang menimpa istrinya, namun masih sempat tersenyum menjawab pertanyaan wartawan yang menyapanya.

Dia menceritakan, 5 tahun silam, meninggalkan kampung halamannya Galesong Kabupaten Takalar menuju Wamena Papua, untuk mengadu nasib. “Saya tidak pernah menyangka akan seperti ini kejadiannya. Makanya, saya berharap agar seluruh stakeholder, Pemerintah, TNI, dan Polri, segera menemukan dalang daripada kerusuhan tersebut. Proses pelaku sesuai undang-undang dan hukum yang berlaku,” harapnya.

Syaiful lalu menjelaskan peristiwa yang terjadi, Selasa (24/9/2019) dini hari itu. “Seperti biasanya setelah salat Subuh, saya membuka kios yang memang berlokasi di pinggir jalan. Tiba-tiba terdengan suara di jalan seperti orang demo, dan terdengar teriakan; bunuh… bakar… ,” kenangnya.

Melihat situasi itu, dengan sigap Syaiful langsung menutup kiosnya  dan mengintip dari dalam, namun massa semakin brutal dan mendekat. “Saya segera ke belakang kios yang merupakan tempat kontrakan,” ujarnya.

Dia segera menyuruh istrinya sembunyi dan dititip di tetangga kontrakan agar dijaga istrinya. Syaiful berlari menyelamatkan diri sambil menggendong anaknya Khaeril, yang bertempatan dengan ada mobil patroli Polisi muncul dari depan yang segera mengamankannya dengan masyarakat ke Mapolsek untuk berlindung.

“Setelah anak saya titip di Polres, saya sadar istri saya dalam bahaya, maka segera berlari ke tempat kios. Tapi, istri saya sudah tidak ada. Setelah dilakukan pencarian, istriku baru ditemukan tersungkur di dalam got, sudah tidak bernyawa,” beber Syaiful terbata-bata.

Kini, Syaiful merasa bersyukur atas perhatian pihak KKSS Papua, yang membantu memulangkan istrinya untuk dikuburkan di kampung halaman. (lis)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...