Kecam Aksi Oknum Aparat di Masjid, IMM: Tidak Cukup Jika Hanya Minta Maaf

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengamanan kepolisian terhadap demonstrasi mahasiswa Makassar pada Selasa, 24 September 2019 banyak menuai kecaman. Pasalnya, dalam sebuah video berdurasi 22 detik, anggota kepolisian terlihat melakukan kekerasan terhadap mahasiswa di sebuah masjid, lengkap dengan pentungan dan tanpa melepas sepatu.

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Makassar Timur, Abdussalam Syahih, juga mengecam insiden itu. Menurutnya, video tersebut membuktikan bahwa polisi mengutamakan pendekatan represif dalam mengawal aksi. Harusnya kepolisian menjamin dan melindungi bukan malah memukuli mahasiswa.

Selain itu kepolisian juga seperti hilang akal dan tidak lagi menghormati masjid sebagai tempat ibadah. Kepolisian, kata dia, harusnya paham bahwa masjid juga merupakan pusat pendidikan, simbol kedamaian dan kelembutan. Sehingga kekerasan dalam masjid itu tidak dibenarkan, melanggar adab serta telah merusak citra dari masjid itu sendiri.”Hati-hati, itu bisa menyinggung dan memancing emosi warga,” tegasnya.

Olehnya itu, lanjuta Abdussalam, Polda sulsel harus bertanggung jawab dan profesional menyelesaikan persoalan ini. Tidak cukup dengan meminta maaf. Harus ada sanksi tegas terhadap anggota kepolisian yang melakukan aksi kekerasan. “Jika tidak begitu, masyarakat tidak akan menaruh simpati lagi ke kepolisian yang katanya pengayom masyarakat,” tutupnya. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...