Kemarau Diprediksi Sebulan Lagi, Musim Hujan Awal November

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Musim kemarau masih akan melanda wilayah Sulsel hingga awal November mendatang. Meski demikian, hujan diprediksi akan turun pada beberapa daerah dengan intensitas ringan dalam beberapa hari ke depan.

Daerah tersebut antara lain, Sengkang, Watansoppeng, Watampone, Sinjai, Sidenreng, Maros, Barru, Masamba, Palopo, dan Enrekang.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Dwi Lestari Sanur mengatakan, berdasarkan perhitungan, musim hujan baru masuk awal November. Akhir Oktober sudah mulai ada hujan, namun belum rutin.

“Wilayah Sulsel tidak bersamaan masuk musim hujan. Dimulai dari wilayah Timur seperti Pinrang, Wajo, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai), Utara (Luwu, Enrekang, Masamba, Toraja), Selatan (Bulukumba, Selayar, Jeneponto, Takalar), baru Barat (Makassar, Maros, Pangkep, Parepare). Semua bertahap tidak langsung hujan merata, hingga pada puncaknya akhir Desember,” kata Dwi di kantor BMKG Wilayah IV Makassar, Selasa, 24 September 2019.

Perempuan yang akrab disapa Dwi ini mengatakan, meski musim kemarau, ketinggian
gelombang di Selat Makassar dalam ketegori moderat (1,25-2,5 meter). Ketinggian gelombang tersebut akibat pergerakan angin yang cukup kencang, yakni 10 hingga 30 kilometer per jam.

“Kategori mederat ini masih aman untuk kapal ukuran besar, tetapi yang memiliki tonase kecil di bawah 10 GT, cukup berbahaya. Kami meminta para nelayan dengan kapal kecil tidak terlalu jauh menangkap ikan,” ungkapnya.

Prakirawan BMKG lainnya, Rizky menambahkan dalam musim kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran lahan sangat besar. Hampir semua tanaman yang tidak mendapatkan perawatan akan mengering, utamanya tanaman jenis alang-alang. Percikan api kecil bisa menjadi pemicu kebakaran.

“Khusus wilayah Makassar, hujan diprediksi akan turun awal November. Kondisi itu akan berimbas pada berkurangnya debit air sungai. Harus dilakukan penghematan penggunaan air,” tambahnya. (edo)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...