Mantan Atlet Bulu Tangkis Taufik Hidayat Diperiksa KPK

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat dijadwalkan diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Taufik akan dimintai keterangan seputar kasus suap dana hibah KONI yang menjerat mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

“Yang bersangkutan (Taufik Kurniawan) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MIU (Miftahul Ulum, asisten pribadi Imam Nahrawi),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (25/9).

Selain Taufik, penyidik juga akan memeriksa PNS Kemenpora Edward Taufan Panjaitan dan pegawai BUMD Tommy Suhartanto. Keduanya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk Miftahul Ulum.

Ini merupakan pemeriksaan kedua bagi mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat sebagai saksi. Sebelumnya, ia diperiksa terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi di Kemenpora. Sebab ia merupakan staf khusus (stafsus) Menpora Imam Nahrawi pada 2017-2018.

Dalam pemeriksaan itu, mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat mengaku ditanya mengenai tugas pokok organisasi saat ia menjabat. Selain sebagai stafsus, ia juga diperiksa terkait jabatannya sebagai Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

“Cuma itu aja, saya sebagai stafsus, saya sebagai di Wasatlak Prima, saya sebagai apa, kerjanya apa di situ,” jelas mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat.

KPK Temukan 26 Poin Revisi UU Berisiko Melemahkan

Demo Mahasiswa di Palu Hari Ini Ricuh

Dirut Perindo Risyanto Suanda Resmi Tersangka Ikan Salem

Misriani Tidak Dilantik, Ketua Gerindra Sulsel Juga Akui Tak Tahu Persoalan

Sambil Terisak Tangis, Misriani: Saya Tak Tahu Apa Kesalahan Dikasih Begini

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka suap dana hibah KONI. Selain suap, keduanya juga dijerat pasal gratifikasi. Imam Nahrawi melalui Ulum diduga telah menerima uang total Rp 26,5 miliar.

Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora, kemudian jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

KPK menduga uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait. Sebelumnya, KPK sudah lebih dahulu menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Kelima orang tersebut terjarinh operasi tangkap tangan tim penindakan pada 18 Desember 2018.

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA). (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...