Satu Keluarga Asal Segeri Sulsel Tewas Saat Kerusuhan Papua

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PANGKEP– Satu keluarga yang terdiri empat orang dari Kelurahan Bonto Matene, Kecamatan Segeri diduga menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua. Saat ini, jenazah warga Segeri itu disemayamkan di rumah duka, Kecamatan Segeri, Rabu (25/9/2019).

Camat Segeri, Syahrul menjelaskan bahwa, Rustam tewas bersama istri, anak, dan ponakannya saat berada di Wamena. Keempat jenazahnya pun diterbangkan dari Wamena malam tadi.

“Mereka ini satu keluarga, ada yang dimakamkan di Segeri, ada juga yang di Enrekang,” ungkapnya.

Belum diketahui bagaimana kronologi pasti sehingga empat orang asal Pangkep yang merupakan satu keluarga itu tewas dalam kerusuhan di Papua.

Sebelumnya diberitakan, aparat TNI-Polri masih melakukan penyisiran untuk mengevakuasi korban rusuh Papua pasca kerusuhan di Wamena, Papua. Hasilnya ditemukan korban meninggal dunia lainnya. Total sampai dengan pagi tercatat 22 warga sipil harus meregang nyawa akibat kerusuhan tersebut.

Jumlah itu bertambah dari update malam tadi, di mana korban jiwa berjumlah 16 orang. “22 meninggal dunia. Salah satunya meninggal di rumah sakit karena kritis,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal saat dihubungi, Selasa (24/9).

Perkuliahan di Universitas Negeri Makassar Tetap Berjalan

Pemuda Muhammadiyah Sulsel Kecam Aksi Represif Aparat

Demo Boleh, Jangan Pakai Kekerasan!

Jurnalis Dipukul Oknum Polisi, Deng Ical Imbau Menahan Diri

Sinergitas Grab dan Microsoft Buka Kesempatan Peningkatan Keterampilan di Asia Tenggara

Kamal menjelaskan, penyebab para korban tewas masih didalami. Namun, ada beberapa di antaranya yang terpanggang hidup-hidup karena ruko maupun kiosnya dibakar oleh massa. “Mereka ada satu keluarga yang terjebak, dibakar massa rumahnya,” terang Kamal.

Sebelumnya, pasca kerusuhan di Wamena pagi tadi, aparat TNI-Polri mulai mengidentifikasi korban rusuh Papua akibat insiden tersebut. Tercatat, 16 masyarakat sipil dipastikan ikut menjadi korban jiwa akibat ulah massa anarkis.

“Iya sementata kita dapat 16 meninggal dunia masyarakat sipil,” ungkap Kapendam XVII/Cendrawasih Letkol CPL Eko Daryanto saat dihubungi, Senin (23/9).

Eko menuturkan, masyarakat sipil yang meninggal ini akibat terjebak di ruko-ruko yang dibakar oleh massa. Sedangkan ada beberapa yang masih diidentifikasi penyebab kematiannya. Aparat gabungan TNI-Polri sampai saat ini masih disiagakan di lokasi kerusuhan. Mereka mengantisipasi apabila terjadi aksi susulan. (fit)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...