Semangat Baru DPRD Sulsel

0 Komentar

Oleh Hasrullah

FAJAR.CO.ID– Pelantikan dan pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Provinsi Sulsel masa bakti 2019-2024 usai dilaksanakan, 24 September 2019 di  palagan politik. Suasana pelantikan tentu diliputi haru dan gembira para legislator terhadap status  dan tanggung jawab yang dipikul sebagai wakil rakyat. Wajah sumringah terpancar di wajahnya sebagai ungkapan manusiawi atas  tugas baru penjaga muruah untuk tegaknya fungsi dewan.

Munculnya harapan baru ini di panggung politik Sulsel karena wajah DPRD kita diwarnai pendatang baru berjumlah  52 orang dari 83 kursi. Ini artinya, aura semangat baru menjadi dominan untuk menampilkan yang berbeda sebelumnya baik itu karakter, inovasi, jati diri, tampilan, dan semangat menjadi modal dasar untuk kebaruan. Yang penting untuk diperhatikan,  apakah anggota baru tidak hanya bermodalkan keterpilihan suara yang diwakili, tapi jauh lebih penting lagi adalah; reputasi, kapasitas, dan prestasi politik untuk menjalankan misi sebagai komunikator politik dalam menjalankan amanah.

Bagaimana dengan para anggota dewan yang terpilih kembali untuk menjalankan amanah. Tentu sosok legislator tersebut masih mendapat kepercayaan, bukan saja tingkat keterpilihan yang tinggi tapi juga hasi kerjanya dirasakan  oleh pemilihnya. Apalagi, anggota dewan terpilih kembali ada beberapa vokalis tajam dan kritis dalam menyikapi problema sosial yang berdampak positif, menaikkan  performance di mata; publik.

Maka harapan baru perlu disikapi anggota DPRD Sulsel mendatang, ada 2 (dua) hal utama yang perlu dijalankan sebagai pertanggungjawaban kepada pemilihnya. Fokus kepada; Pertama, Fungsi-fungsi utama yang melekat di anggota dewan (legislasi, anggaran, dan pengawasan). Dan, Kedua, memainkan peran sebagai pelaku komunikasi politik yang  handal. Untuk fokus pertama, meliputi  peran sebagai fungsi melekat pada diri sebagai anggota dewan, itu berbasis kinerja. Itu semua berkaitan hasil kerja yang diperankan untuk menghasilkan karya untuk kemaslahatan masyarakat, penggunaan anggaran pembangunan, dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan eksekutif.

Legislator Sayangkan Pembakaran Kantor DPRD Bone

Prajurit TNI Pratu Syahril Dipanah di Papua, Konsisinya Ini

Jurnalis Bulukumba Desak Kapolda Usut Penganiaya Wartawan

Breakingnews: Mahasiswa Bakar Kantor DPRD Bone

Revisi UU KUHP, Eko Patrio Merasa Ditampar Anak Sendiri

Fokus kedua, berkaitan komunikasi politik antara wakil rakyat dan pemilih, diharapkan jahitan komunikasi dalam bentuk   silatuhrami,, penyerapan aspirasi dan realisasi  janji politik perlu terus dilanjutkan dan hubungan dipererat. Intesitas  berkomunikasi perlu dibudayakan, agar hubungan itu tidak  hanya pada   saat  suara dibutuhkan tapi  diharapkan  hubungan terjalin  antara wakil rakyat dengan konstituen berkeanjutan dan berkesinabungan. Maka, kedua acara itu dilaksanakan dengan baik dan berprestasi akan berdampak kepada nama baik dan branding personal yang otomatis menaikkan jati diri sebagai politikus profesional dan komunikator  poitik yang elegan.

Teristimewa, pelantikan anggota DPRD periode ini, pimpinan dewan dipercayakan sementara kepada Andi Ina Kartika Sari dari partai Golkar. Kehadiran srikandi politik akan menambah aroma leadership berbungkus feminis. Dan,  apalagi beliau salah satu anggota Panitia Hak Angket yang telah mengimplementasikan kontrol politik terhadap kepemimpinan di Sulsel.

Terkhusus lagi, kepada Bapak Moh Roem,  telah memimpin DPRD Sulsel yang membawa Lembaga yang dipimpin  yang mempunyai kharismatik, berwibawa, dan humanis. Karya terakhir beliau adalah membawa hasil rekomendasi Hak Angket ke Kemendagri sebagai tanggung jawab di akhir masa jabatannya. Barvo DPRD Sulsel. Karyamu ditunggu Rakyat. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...