Tambah Informasi Tentang Kebudayaan, Disbudpar Maros Gelar Sosialisasi Undang Undang 

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAROS– Guna menambah pengetahuan dan informasi tentang kemajuan kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros menggelar Sosialisasi Undang Undang Nomor 5 Tahun 2017, Rabu, 25 September di Grand Town Hotel Batangase.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Museum Daerah Dinas Kebudayaan dan PariwisataKabuoaten Maros, Burhan Jaya mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan informasi peserta tentang kemajuan kebudayaan.

“Ini juga bertujuan agar peserta bisa menginformasikan ke masyarakat luas, khususnya para siswa. Serta menumbuhkan keinginan nilai budaya,
meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan,” ungkapnya.

Dengan adanya sosialisasi Undang Undang ini, kata dia, diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan siswa ke museum daerah.

Menurutnya sosialisasi undang-undang ini perlu dilakukan, sebab masih banyak orang yang belum mengetahui perihal pemajuan kebudayaan di daerah, khususnya di Maros.

“Ini juga bertujuan untu memperkenalkan museum di kalangan pelajar, sehingga dalam sosialisasi ini kita mengundang tokoh pendidikan serta guru dari beberapa sekolah. Kami merasa ini penting untuk melibatkan tokoh pendidik untuk mensosialisasikan undang-undang Nomor 5 tahun 2017,” ungkapnya.

Secara tidak langsung kata dia, melalui tenaga pendidik ini mereka bisa menjadi perpanjangan informasi ke siswa untuk terlibat dalam pemajuan kebudayaan.

“Kalau berbicara kebudayaan, ini bukan hanya pada tarian semata, namun juga tradisi dan karakter leluhur yang diwariskan secara turun temurun,” jelasnya.

Sementara itu Asisten Administrasi Umum Pemkab Maros, Sulaeman Samad ymengatakan, sosialisasi sangatlah penting bagi tenaga pengajar maupun pemerhati budaya di Maros.

Apalagi di Maros kata dia, memiliki banyak potensi. Sebab di Maros dikenal memiliki sejumlah peninggalan budaya dan peninggalan pra sejarah.

Adanya peninggalan-peninggalan ini, menurutnya menunjukkan jika Kabupaten Maros merupakan salah satu daerah tertua yang ada dan telah memiliki peradaban dan kebudayaan tersendiri.

“Jadi memang peran aktif masyarakat untuk menjaga dan melestarikannya memang diperlukan. Termasuk tenaga pendidikan,” katanya saat membuka sosialisasi Undang Undang Nomor 5 Tahun 2017.

Bahkan kata dia, Kabupaten Maros merupakan Kabupaten pertama di Sulsel yang melakukan penetapan cagar budaya peringkat kabupaten.

“Untuk di Maros sudah dilakukan penetapan cagar budaya. Dimana ada sepuluh situs gua dan satu bangunan  peninggalan kolonial yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Ini artinya Maros memang mendukung pemajuan kebudayaan,” pungkasnya. (rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment