Anggaran KA-Trans Sulawesi Tak Pasti

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Pemerintah punya harapa besar atas penyelesaian KA Trans Sulawesi. Apalagi ini menjadi perhatian Presiden RI Joko Widodo, targetnya program 100 sekian kilometer itu segera dinikmati masyarakat.

"Kami juga punya program untuk ke pelabuhan utama di sini dan tentunya ini butuh persiapan, deadline pembebasan lahan, mestinya sudah selesai semua. Tapi saya nggak tau, tahun depan anggaran yang dikucurkan atau tidak saya belum tahu karena belum ditentukan," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Ia pun berharap, masyarakat Sulsel yang terkena jalur KA Sulsel itu harus bijak. Kata dia, ini bukan kepentingan pemerintah melainkan, kepentingan semua. Jika semua selesai, akan memakmurkan masyarakat.

Ia pun merasa biaya ganti rugi lahan atas masyarakat tidak kurang. "Saya juga akan klarifikasi rencana tahun depan, Bisa saja dipastikan ada Rp2 triliun. Bisa juga Rp1 triliun," tambahnya.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui Tim Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Timur (Satuan Kerja Pengembangan Perkeretaapian Makassar – Parepare) kembali melanjutkan pembangunan jalur KA Makassar – Parepare lintas Barru-Mandai (± 62,95 Km).

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri menyampaikan saat ini pembangunan jalur KA Makassar - Parepare lintas Barru-Mandai pada tahap percepatan penyelesaian pengadaan tanah.

"Setelah dilakukan proses validasi dari BPN dan review BPKP, hari ini diserahkan persetujuan pembayaran tanah warga di Kabupaten Pangkep seluas 13,440 m2. Dengan demikian, ada jaminan dan kepastian bagi warga di kabupaten itu dalam mendukung pembangunan jalur KA di segmen 3 ini. Setelah penyelesaian pembayaran tanah warga, segera dilaksanakan pekerjaan konstruksi," urainya.

Sekadar informasi, di tahun 2019 telah diselesaikan pembangunan jalur KA lintas Barru-Palanro kurang lebih sepanjang 40 kilometer. Juga, pembangunan lima stasiun baru. Stasiun Tanete Rilau, Stasiun Barru, Stasiun Takalasi, Stasiun Mangkoso & Stasiun Palanro.

Setelah melalui serangkaian tahap pengujian, sertifikasi prasarana dan sarana perkeretaapian di lintas ini segera diresmikan pengoperasiannya. Pembangunan jalur KA lintas Makassar - Parepare ini merupakan bagian dari rencana pembangunan jalur KA Trans Sulawesi yang akan menghubungkan Kota Manado hingga Kota Makassar kurang lebih 1.513 kilometer.

Wafat saat Pertemuan Duka mendalam dirasakan para peserta monitoring dan evaluasi pembebasan lahan KA Sulsel di Kejati Sulsel, Kamis, 26 September. Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VII Makassar, Syafri meninggal dunia, saat rapat sedang berlangsung.

Saat itu, beberapa bupati telah menyampaikan pandangan terkait lahan kereta api di Sulsel. Begitupun dengan pihak lain. Kajati Sulsel, Firdaus Dewilmar mempersilahkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, berbicara.

Akan tetapi, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VII Makassar, Syafri meminta izin untuk diberi kesempatan menyampaikan pandangan.

https://www.instagram.com/p/B23Y9IzHHXq/?utm_source=ig_web_copy_link

"Lahan konservasi hutan di Barru sudah sudah bisa digunakan (pembangunan KA)," tutur Plt Kadishub Sulsel, menirukan perkataan Syafri. Setelah mengucapkan kalimat itu, Syafri terdiam. Hendak berbicara, tetapi kesulitan.

Beberapa detik kemudian ia tumbang. Seisi ruangan panik. Menhub, gubernur dan yang lain mencoba memompa dadanya, tetapi Syafri tetap tak adarkan diri. Ia lalu dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan, tetapi nyawanya tak terselamatkan.

Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan duka yang mendalam. Syafri memberikan pesan terakhir yang menurutnya sangat luar biasa. Diduga terkena serangan jantung. Semua berdoa, usai pertemuan.

Budi Karya juga menyempatkan diri untuk datang ke rumah duka. (ful-fik/abg-zuk)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...