Jokowi Minta Polisi Tak Lakukan Tindakan Represif

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Presiden Joko Widodo mengaku akan menghubungi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyusul banyaknya laporan terkait kekerasan yang dilakukan aparat, saat mengamankan demo di sejumlah daerah. Jokowi meminta Kapolri agar memerintahkan aparatnya untuk tidak melakukan cara-cara represif.

“Tadi juga sudah kami dapat masukan mengenai itu, akan saya telepon langsung Kapolri agar dalam menangani setiap demo dilakukan dengan cara tak represif dan terukur,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/9).

Namun, Jokowi mengatakan tindakan represif hanya bisa dilakukan jika situasi sudah berubah dari aksi demo damai menjadi anarkistis.

“Tapi kalau sudah anarkis seperti tadi malam, ya memang harus tindakan tegas,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, tindakan represif aparat kepolisian disesalkan oleh Manager Kampanye Amnesty International Indonesia, Puri Kencana Putri. Dia menilai, tindakan Kapolres Jakarta Pusat Harry Kurniawan saat menangani sekumpulan mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta, sangat represif.

Puri menyebut, yang bersangkutan tidak menjalani peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip Standar Hak Asasi Manusia Dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian RI. Sebab, dia dalam mengendalikan demonstran langsung melakukan tindakan tegas, tanpa ada peringatan atau imbauan terlebih dahulu.

“Kita pertanyakan apa ukuran dari Kapolres Jakarta Pusat sebagai komandan kompi di sana yang kemudian mengawal kepolisian dan Brimob untuk mengambil status warna merah, sehingga terjadi aksi penyemprotan water canon dan lemparan gas air mata,” kata Puri di Gedung LBH, Jakarta Pusat, Rabu (25/9).

Ia menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Harry yang memutuskan untuk langsung mengambil tindakan brutal kepada mahasiswa saat melangsungkan aksi demonstrasi di depang gedung parlemen.

“Nah konteks pengendalian massa ini yang terjadi dinamikanya selama dua hari terakhir sejak Senin hingga Selasa kemarin itu memang ternyata tidak mampu dikelola oleh kepolisian,” tukasnya. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...