MA Kabulkan PK Irman Gusman, Ini Respons KPK

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) terdakwa kasus pengurusan impor gula Irman Gusman. Terkait hal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati putusan tersebut.

Berdasarkan putusan tersebut, masa tahanan Irman pun berkurang. Di mana sebelumnya 4,5 tahun menjadi tiga tahun penjara.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, pihaknya telah menerima petikan putusan tersebut dari MA. Terlepas dari apa pun hasil putusannya, ia menyatakan KPK akan tetap menghormati.

“Terlepas dari misalnya kita kecewa atau tidak, tetapi putusan peradilan itu kan harus dihormati. Apalagi KPK adalah institusi penegak hukum,” ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (26/9).

Febri menambahkan, putusan tersebut juga mematahkan penyataan pihak-pihak tertentu yang mengatakan mantan Ketua DPD Irman Gusman tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Pasalnya, kata dia, meski pasal yang disangkakan berubah dari Pasal 12 menjadi Pasal 11, pasal-pasal tersebut tetap termasuk ke dalam aturan tindak pidana korupsi.

“Satu hal yang jadi clear dalam putusan PK ini tidak benar klaim-klaim yang dikatakan oleh pihak-pihak tertentu bahwa tidak ada korupsi di situ,” kata dia.

Ia menyatakan, KPK bisa menjelaskan hal tersebut secara substansial. Namun, putusannya telah dikeluarkan MA. Sehingga, ia berharap ke depannya aspek-aspek penting termasuk rasa keadlina terhadap publik benar-benar dipertimbangkan.

“Tinggal harapannya ke depan agar aspek yang lebih dalam termasuk rasa keadilan publik dan juga penerapan hukum benar-benar dipertimbangkan secara serius. Apalagi untuk tipikor,” tuturnya

Juru bicara MA Andi Samsan Nganro membenarkan bahwa MA telah mengabulkan permohonan PK yang diajukan Irman Gusman.

“Ya betul, putusan MA mengabulkan permohonan PK pemohon atau terpidana Irman Gusman,” ujar Andi.

Putusan tersebut secara otomatis membatalkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang menjatuhkan pidana penjara empat tahun enam bulan, dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Putusan tersebut dijatuhkan pada hari Selasa (24/9) oleh majelis hakim PK yang diketuai oleh Hakim Agung Suhadi, dengan hakim anggotanya Eddy Army dan Abdul Latif.

Dalam putusan tersebut MA menjadikan hukuman penjara Irman Gusman yang sebelumnya empat tahun enam bulan dengan denda Rp200 juta, dikurangi menjadi tiga tahun saja dengan denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan.

“Majelis hakim PK berpendapat, dari fakta hukum yang terungkap di persidangan perbuatan Pemohon PK Irman Gusman lebih tepat dikenakan pasal 11 UU Tipikor, sehingga putusan Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat sebelumnya tidak tepat,” kata Andi.

Oleh sebab itu Andi mengatakan Majelis Hakim menilai permohonan PK Irman Gusman beralasan menurut hukum dan keadilan untuk dikabulkan.

Irman Gusman menjadi terpidana kasus suap impor gula, setelah terbukti menerima sejumlah uang dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto, sebagai ucapan terima kasih karena Irman memberikan rekomendasi kepada Bulog agar Xaverius dapat mendapatkan jatah impor gula. (JPG)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...