Mahasiswa Universitas Halu Oleo Tewas, Kapolri Diminta Bertanggung Jawab

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sejumlah pihak menanggapi wafatnya salah seorang kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Halu Oleo Kendari, Immawan Randy yang terkena peluru saat melakukan unjuk rasa, Kamis, 26 September. Salah satunya berasal dari alumni IMM Sulsel, Muhammad Yusran.

Kepada FAJAR.CO.ID, Jumat (27/6/2019), dia meminta kepada Jendral Tito Karnavian sebagai pimpinan tetinggi Kepolisian untuk bersikap gentlmen, dengan segera mundur dari jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia saat ini.

Sebab, menurutnya pihak yang paling bertanggung jawab atas kematian mahasiswa Universitas Halu Oleo Immawan Randy saat ini adalah Kapolri. Kapolri dianggap tidak mampu menjalankan amanah yang diembannya untuk mengayomi dan melindungi masyarakat.

“Kalau Pak Tito orangnya gentlemen mestinya beliau sudah harus mundur, beginilah harusnya cara bertanggung jawab yang baik bagi seorang negarawan, dan pejabat publik yang ketika bawahannya melakukan kesalahan fatal dalam tugas,” ungkapnya.

Amnesty International Indonesia Desak Penembak Mahasiswa Diadili

Inilah Penjara Terpanjang dan Terbesar di Dunia

Penyanyi Mulan Jameela Rindu Ahmad Dhani, Ini Dilakukan

Galaxy Fold yang Unik dengan Lipatan itu Masuk Indonesia

Irman Gusman Dapat Pengurangan Hukuman Jadi 3 Tahun

Drinya pun menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya mahasiswa Universitas Halu Oleo yang juga salah satu kader IMM Kendari tersebut. Sekaligus mengajak kepada seluruh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sulawesi Selatan untuk turun melakukan aksi soliditas atas insiden tersebut.

“Kami juga ucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kematian Randi, Insyaa Allah beliau Husnul Khatimah. Dan skaligus kami ajak seluruh AMM Sulsel untuk melakuakn aksi soliditas atas adanya kejadian memilukan ini,” tutupnya. (sir)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...