Menristekdikti Ancam Rektor yang Dorong Mahasiswa Demo

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi atau Menristekdikti Mohamad Nasir, meminta para rektor maupun dosen di suatu perguruan tinggi untuk tidak mengerahkan mahasiswanya melakukan demo. Rektor bisa terkena sanksi jika mendorong mahasiswanya berunjuk rasa.

Menurutnya, jika ada dosen yang terbukti mendorong mahasiswa berunjuk rasa, maka rektor bertanggung jawab atas hal itu. Dan hukum pidana bisa diterapkan jika unjuk rasa merusak fasilitas umum maupun merugikan negara.

“Kami akan melacak dosen yang turut mengerahkan mahasiswa. Apalagi jika hal itu dikerahkan oleh dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS),” tegas Menristekdikti dalam keterangannya Kamis (28/9).

Menristek meminta mahasiswa untuk menyampaikan kritik dan usulan yang konstruktif melalui cara yang baik. Salah satunya dengan berdialog di kampus.

“Saya sudah memberitahukan kepada para rektor dan para pimpinan perguruan tinggi tolong memberitahukan kepada mahasiswa atau anak didiknya, yaitu jangan sampai mahasiswa demonstrasi ditunggangi oleh orang lain atau kepentingan-kepentingan lain. Mahasiswa dalam melakukan kritik saya persilakan, tapi dengan cara yang baik,” kata Menristekdikti.

Menristekdikti Nasir juga menyebutkan pihaknya akan menggandeng Polri dan TNI untuk melakukan pelacakan, jika ada mahasiswa yang melakukan tindakan inkonstitusional. Menurut dia, rektor harus bertanggung jawab.

Nasir juga meminta mahasiswa untuk tidak lagi melakukan aksi unjuk rasa, karena tuntutan sudah diakomodir.

Unjukrasa Makin Besar, Wiranto: Agendanya Gagalkan Pelantikan

Dongkrak Pendapatan Ekonomi Sulsel Lewat Event Festival

Perdana Menteri Mahathir Mohamad Bingung Jokowi Tolak Bantuan

Mayoritas Pengurus DPD Diklaim Dukung Airlangga Hartanto

PMII Sulawesi Selatan Desak Segera Copot Kapolda Sultra

Terkait demonstrasi menolak UU KPK hasil revisi dan RUU KUHP berakhir rusuh, Nasir menilai ada dua kepentingan. Pertama Mahasiswa yang murni memperjuangkan aspirasi dan ada pula yang ditunggangi.

“Kalau saya lihat ada sebagian yang murni, ada yang sebagian ditunggangi. Enggak jelas ini, karena ikut campur di dalamnya,” kata Menristekdikti.

Menurut Nasir, beberapa mahasiswa yang ikut aksi ke jalan tidak mengetahui tuntutan apa yang diminta. Mereka, kata dia, hanya sekadar ikut-ikutan unjuk rasa.

“Saya juga dateng, dateng kepada mahasiswa, apa sih yang didemokan, saya tanya. Kalau enggak tahu, ikut-ikutan ya ini ada yang menggerakkan ini,” kata Menristekdikti Nasir.

Terkait siapa yang menunggangi aksi tersebut, Nasir enggan merinci. Dia hanya berharap jangan ada unjuk rasa bertujuan mengacaukan negara.

“Jangan sampai membuat kekacauan di dalam negeri ini, kita pelihara bersamalah negara ini dengan baik,” tegas Menristekdikti Nasir. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...