Nelayan Indonesia Diculik di Laut Lahad Datu, Ini Identitasnya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, KUALA LUMPUR – Identitas tiga nelayan asal Indonesia yang diculik oleh kelompok bersenjata saat melaut di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia pada 23 September lalu sudah diketahui.

Berdasarkan keterangan Kepolisian Diraja Malaysia, ketiga nelayan yang diculik bernama Maharudin Lunani (48), anak Muharudin yakni Muhammad Farhan (27), dan anak buah kapal lainnya bernama Samiun Maniu (27).

“Kami berharap mereka segera dibebaskan. Samiun punya anak berusia enam tahun yang sekarang saya rawat. Sampai saat ini dia belum tahu ayahnya disandera,” kata Masiudin, saudara Samiun, seperti dikutip The New Straits Times, Kamis (26/9)

Masiudin yang juga nelayan Indonesia ini mengakui, pekerjaannya riskan karena dihantui kawanan perompak. Namun, dia menyatakan tidak punya pilihan lain.

Masiudin mengaku khawatir, dengan kondisi sang adik. Sebab dia masih ingat dengan kasus nelayan bernama Jari Abdullah yang tewas ditembak oleh kelompok Abu Sayyaf pada April lalu.

“Jari adalah saudara kami dan kami bekerja di perusahaan kapal penangkap ikan yang sama. Ketika peristiwa itu terjadi, kami semua ketakutan. Namun, ke mana lagi kami harus pergi dan bekerja?,” ujarnya.

Ketiga nelayan Indonesia itu diculik saat sedang melaut menggunakan kapal pukat ditemani sebuah kapal lain. Mereka lantas didekati dua kapal kecil yang diduga adalah kawanan perompak.

Ketika para nelayan sedang memancing udang sekitar pukul 23.58 waktu setempat, tiba-tiba dua kapal kecil itu merapat dari bagian buritan, dan tujuh orang bersenjata menaiki kapal itu.

Ketiga nelayan Indonesia asal Buton, Sulawesi Tenggara itu dilaporkan dibawa ke arah Pulau Tawi-Tawi, Filipina. Daerah itu diduga menjadi salah satu basis kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

Rakyat Miskin Dijatah Rp150 per Bulan Mulai 2020

Menristekdikti Mohamad Nasir: Kok enggak percaya DPR.

Mahasiswa UHO Yusuf Kardawi Meninggal, Korban Bertambah

Aktivis Dandhy Laksono Dibebaskan, Status Tersangka Melekat

Film Habibie & Ainun 3, Putra BJ Habibie Menitikkan Air Mata

Kepolisian Malaysia menuturkan para perompak menggunakan senjata api laras panjang AK 47, M16 Double Body M203 dan sebuah pistol.

Kementerian Luar Negeri melalui Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Joedha Nugraha, menyatakan sampai saat ini masih terus memantau perkembangan kasus itu.

“Belum ada komunikasi dengan penyandera. Sampai saat ini kami masih terus pantau kasusnya,” kata Joedha.

Dapat diketahui, pada tahun lalu, kelompok penculik yang menyandera nelayan Indonesia dilaporkan sempat meminta tebusan sebesar 4 juta ringgit Malaysia, atau sekitar Rp13,4 miliar. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...